Saudara kaum Muslimin dan Muslimat Rahimakumullah.
Hari ini adalah hari bergembira, hari bersuka cita bagi umat Islam dibebagai pelosok dan penjuru dunia. Baik mereka yang berada di kota maupun mereka yang berada di pelosok desa, mereka datang berduyun-duyun menuju tempat-tempat dan lapangan tertentu dengan komando iman yang satu, ruku’ dan sujud di bawah dulu Kebesaran Allah yang maha tahu, baik yang nyata maupun yang tersembunyi di dalam qalbu.

Dengan derap langkah, irama yang sama dengan suara gemuruh gegap gempita, umat Islam serentak memuji dan memuja Tuhannya. Mengumandangkan takbir, tahmid, tahlil dan tasbih ke angkasa sebagai pertanda dan nama yang menyatakan umat Islam penuh gembira dan suka cita. Gembira karena telah selesai menjalankan ibadah puasa sebulan lamanya sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 185:
Hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasamu dan kemudian kumandangkanlah takbir sebagaimana Allah menunjuki kamu moga-moga kamu menjadi orang-orang yang bersyukur”. (QS Al-Baqarah ayat 185)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd

Di awal khutbah ini saya mengingatkan kita semua untuk mengevaluasi dan introspeksi tentang ibdah puasa yang telah kita laksanakan satu bulan lamanya. Sudahkah kita memperoleh predikat manusia taqwa yang dijanjikan oleh Allah dalam surat al-Baqarah ayat 183.

Bila derajat dan predikat taqwa sudah kita miliki, janji Allah yang pasti kita terima.

– Memperoleh makna hidup di dunia dan di akhirat.

Sesungguhnya orang yang taqwa menggondol kemenangan, kebun buah-buahan dan anggur pilihan gadis-gadis remaja yang sebaya, piala-piala yang penuh berisi minuman yang menyegarkan, di samping mereka tidak mendengar omongan kosong dan bohong. (QS. An-Naba’ ayat 31-35)

– Dikeluarkan dari kesulitan:

Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dari kesulitan. (QS. At-Thalaq ayat 2)

– Allah akan memberi rizkinya dari pintu yang tidak terduga.

Dia akan memberinya rizki dari pintu yang ia tidak duga. (QS. At-Thalaq ayat 3)

– Mudah segala urusannya.

Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah akan memudahkan segala urusannya. (QS. At-Thalaq ayat 4)

– Dihapus segala dosanya dilipatgandakan pahalanya.

Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah dihapus segala dosanya dan dilipatgandakan pahalanya. (QS. Ath-Thalaq ayat 5)

Saudara-Saudara Kaum Muslimin dan Muslimat Sidang Hari Raya Idul Fitri yang mulia

Kita sekarang berada di zaman era Informasi dan Globalisasi yang ditandai, kita temukan manusia-manusia yang kepala dan otaknya penuh bermuatan ilmu pengetahuan yang serba canggih dan moderen, namun dada sebagian mereka banyak yang kosong dari keyakinan dan keimanan. Disaat itulah orang yang anti, sinis, apriori dan phobi kepada Islam. Bermacam-macam cara gaya, langkah, metode dan strategi, sertataktiknya untuk menghadang Islam, itu sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Qur’an Surat at-Taubah ayat 32 dan Surat ar-Rum, ayat 32 yang berbunyi:

Artinya: “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya. (QS. At-Taubah ayat 32)

Artinya: Orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS. Ar-Rum ayat 32)

Untuk itu kita harus waspada dan merespon dengan arif dan bijaksana serta dengan keyakinan yang kuat dan ukhuwah Islamiyah yang mantap bahwa ada tiga kekuatan besar yang sedang berhadapan dan menghadang Islam, seperti:

Zionisme

Gerakan Yahudi Internasional untuk menghancurkan Islam dengan cara, menguasai seluruh aspek kehidupan manusia dunia. Ilmu pengetahuan teknologi canggih dan kebijakan yang strategis yang dilakukan negara adi kuasa. Amerika Serikat yang nyata-nyata dibelakangnya adalah orang Yahudi sesuai dengan kata tokoh Islam “Louis Farhan”. Bahwa Yahudi di Amerika Serikat itu tidak sampai 10% tetapi seluruh kebijaksanaan yang strategis baik di dalam Negara maupun di luar negeri semuanya harus mendapat restu dari Yahudi sampai mengenai siapapun yang akan menjadi Presiden di Amerika harus mendapat restu dari Yahudi.

Missionarisme/Salibisme

Gerakan Missionarisme untuk mengkristenkan umat manusia dengan cara menyingkirkan umat Islam dari berbagai sektor kehidupan sehingga ajaran Islam yang berurat dan berakar di dada umat Islam terkikis habis, ini sesuai dengan firman Allah Surah al-Baqarah ayat 120 yang berbunyi:

Artinya: Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan mereka kepada kamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong kamu. (QS. Al-Baqarah ayat 120)

Atheisme/Komunisme

Gerakan anti Tuhan, anti Agama yang bisa menjadikan Negara sebagai buldozer untuk menindas umat Islam ini pernah terjadi di beberapa negara seperti Uni Sovyet, Polandia, Cekoslowakia dan lainnya mereka populer dengan 3 strateginya yakni strategi belah bambu, miskinkan rakyat serta memperbanyak pengangguran.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd

Untuk mencemari aqidah umat Islam kita melihat adanya paham atau aliran yang saat ini sedang berkembang memasyarakat di tengah umat Islam seperti:

Pluralisme

Gerakan yang berusaha memasyarakatkan bahwa seluruh agama sama dan suci serta jalan yang benar dan seluruh penganut agama samawi masuk sorga serta tidak bolehnya satu agama menyatakan bahwa agamanyalah yang paling benar.

Nativisme

Suatu paham yang mengatakan bahwa segala yang ada di tanah kelahiran itulah yang paling baik dan apa yang datang dari luar harus menyesuaikan dengan leluhur nenek moyang.

Qadianisme

Gerakan yang berusaha mencabut keyakinan umat Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. Mereka mengukuhkan Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi dan Rasulnya. Pusat kegiatannya di Qadiani Punjab India.

Sekularisme

Ajaran yang berpendapat bahwa urusan dunia tidak terkait dengan ajaran agama ”Doctrines is that the basic of morality the Shaal be non religius”

Materislisme

Suatu pahamm yang mengukur segala sesuatu dengan jumlah materi dan jabatan yang diperoleh sehingga orang-orang kaya dan punya jabatan dipuja bagaikan dewa dan disembah bagaikan Tuhan.

Pragmatisme dan Humanisme

Suatu paham yang berusaha mempengaruhi masyarakat bahwa yang baik adalah yang sesuai dengan kepentingan manusia dan segala sesuatu diukur dengan kemanusiaan dan manusialah yang menentukan segala sesuatu.

Westernisasi

Untuk mencapai kemajuan segala sesuatu yang datang dari Barat adalah yang modern dan maju dan harus dipakai tanpa menghiraukan norma-norma dan aturan agama.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd.

Dari segi akhlaq umat kita juga mendapat tantangan. Berbicara tentang akhlaq umat, sekarang ini kita menyaksikan bahwa pola dan ciri kehidupan Jahiliyah yang terdapat dalam al-Qur’an sudah membudaya dan memasyarakat bahkan sudah merupakan hal yang biasa dan membanggakan bagi sebahagian umat Islam, untuk itu ada empat tipe kehidupan Jahilliyah yang sudah ditetapkan Allah SWT.

Hukmul Jahiliyah (Hukum Jahiliyah)

Yakni vonis hakim ditentukan oleh penguasa dan orang kaya dengan kata lain secuil kekayaan dan jabatan biasa menghancurkan segudang kebenaran dan keadilan. Dalam masyarakat populer dengan sebutan “Hukum Rimba” siapa yang kuat itu diatas dan siapa yang lemah teraniaya dan sengsara serta tersiksa.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd.

Saya punya anekdot betapa dahsyat dan hebatnya hukum Jahiliyah itu. Tiga ekor binatang membina hubungan yang erat, ukhwah yang mantap sahabat yang intim. Ketiga binatang tersebut (Singa, Srigala dan Musang). Ketiga binatang ini sama-sama makan daging. Suatu saat ketiganya berburu mangsa di hutan belantara, mereka mendapatkan tiga mangsa (ayam, rusa dan kancil). Berhubung Singan populer dengan raja hutannya dan kekuatan yang dahsyat serta kukunya yang panjang maka Singa memberi maklumat kepada Musang. Hai Musang tolong kamu bagi tiga mangsa yang kita dapat hari ini! Jawab Musang, Ayam untuk saya, Rusa untuk Singa serta kancil untuk Srigala. Melihat pembagian tersebut merah padam wajah Singa, dsiumpah serapah, dibentak dan dihardik, kemana otak dan kepalamu, kamu pergunakan kok kamu begitu membaginya. Akhirnya kemarahan Singa memuncak sampai copot telinga Musang olehnya. Kemudian Singa memberi maklumat kepada Srigala.

“Hai Srigala tolong kamu bagi seadil-adilnya tiga mangsa yang kita dapatkan hari ini”. Jawb Srigala: Menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, mengingat dan menimbang, melihat dan memperhatikan akhirnya memutuskan. Saya membagi begini Ayam sarapan pagimu tuan Singa dan rusa makan siangmu serta kancil untuk makan malammu. Melihat pembagian yang begitu hebatnya Singa berkata: Hebat, hebat, hebat kamu Srigala dari mana kamu belajar, kok kamu begitu hebat membaginya. Di saat itu Srigala diam seribu bahasa, namun hati nuraninya bicara saya belajar dari telinga Musang yang sudah copot itu. Kalau saya tidak begitu membaginya saya bisa mati ditempat. Ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Maidah ayat 50 yang berbunyi:

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin. (QS. Al-Maidah ayat 50).

Benarkah hukum Jahiliyah itu ada di tengah-tengah masyarakat? Kata Nabi Muhammad saw, ada dua hal yang menjadi kebiasaan masyarakat Jahiliyah tersebut, yaitu: “Meluasnya penyimpangan (penyelewengan)”

Orang menyeleweng dan menyimpang dianggap trendi. (Kebanggaan tersendiri) tidak ada rasa malu dalam dirinya, bahasa yang lebih vulgarnya berbunyi, sudah putus urat malu dari dirinya.

Zannal Jahiliyah

Mereka mengira (menyangka) yang tidak benar tehadap Allah seperti sangkaan Jahiliyah. (QS. Ali Imran ayat 154)

Banyak orang yang phobi, sinis terhadap Islam melontarkan pendapat, pokok pikiran. Statemen, propaganda bahwa agama Islam tidak mampu menyelesaikan masalah umat dan menganggap Islam sebagai penghalang kemajuan, malahan terakhir kita dengar mereka berkata Islam identik dengan kekerasan, fundamenralis, teroris, radikal dan segala perbuatan jelek lainnya. Ini merupakan propaganda dan prasangka sera pendapat yang sangat keliru dan salah, yang tidak bisa kita biarkan dan harus kita respon dengan argumentasi dan hujjah serta alasan-alasan yang bisa membuat mereka yang anti, sinis, phobi Islam itu kembali kepada logika sehat dan nuraninya yang bersih. Karena Allah telah sebutkan dalam al-Qur’an yang berbunyi:

“Bahwa inilah jalan-Ku yang benar, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain krena jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikian diperintahkan Allah agar kamu menjadi orang yang taqwa. (QS. al-An’am ayat 153)

Hamiyatul Jahiliyah

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan Jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang Mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa dan mereka berubah dengan (kalimat taqwa) itu dan patut memilikinya. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu (QS. al-Fath ayat 26).

Merasa sombong dan angkuh serta takabur kepada al-Khaliq (Allah Maha Pencipta) dengan cara menentang wahyu dan hukum-hukum Allah yang terdapat dalam al-Qur’anul karim yang merupakan sumber hukum dan landasan hukum dalam kita hidup di dunia sampai pada akhirat nanti.

Terakhir adanya kelompok Islam Liberal (jaringan Islam Liberal) yang mencoba mengangkat tema-tema dan pokok-pokok pikiran yang bernuansa ragu dan bimbang serta ingin mempertanyakan tentang wahyu al-Qur’an dan hukum Allah diantara tema-tema tersebut yang hangat diperdebatkan dan diperbincangkan dalam masyarakat saat ini, seperti:

Menganggap hukum Allah tidak ada, yang ada hanya hukum manusia, ini sangat bertentangan sekali dengan al-Qur’an karena dalam al-Qur’an sangat banyak kita temukan ayat yang menyangkut hukum Allah ini seperti;

Dan barangsiapa yang tidak mau berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah maka mereka itu termasuk golongan orang yang kafir”. (Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 44)

“Mereka mengingatkan supaya menyerahkan segala putusan kepada Thaghut, dan sesungguhnya mereka disuruh mengingkari Thaghut itu.” (A:l-Qur’an Surat An-Nisaa ayat 60)

“Dan kamu telah perintahkan kepadamu: untuk menghukum diantara mereka dengan apa yang telah diturunkan Allah. Dan janganlah kamu ikuti hawa nafsumu” (Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 49)

Al-Qur’an dianggap Filsafat dan Logika tergantung manusia memahaminya. Pendapat ini sangat bertentangan dengan pernyataan dan penjelasan Allah dalam al-Qur’an yang hampir 100 ayat dalam al-Qur’an kita temukan bahwa al-Qur’an itu merupakan Wahyu Allah dan menjamin terpeliharanya keabsahannya sampai kiamat.

Ingin mengamandemen al-Qur’an. Argumentasi dan hujjahnya menyangkut masalah;

– Hukum Faraidh (waris) dalam al-Qur’an bahwa laki-laki mendapat 2 kali perempuan.

– Laki-laki diberi haq beristri empat (Masna watsulatsa wa rubaa’)

– Nikah beda agama

– Faraidh (waris) beda agama

– Al-Qur’an sudah tereduksi

Mereka menganggap al-Qur’an tidak adil dan melanggar HAM. Ini bila kita cermati dengan baik kenapa Allah menetapkan laki-laki mendapat 2 kali lipat perempuan, ini menyangkut tanggungjawab karena laki-laki pemimpin Rumah Tangga.

Kemudian mengenai al-Qur’an sudah terdeteksi dan diamandemen Allah memberikan pernyataan dalam al-Qur’an:

“Sesungguhnya Kami (Allah) yang telah menurunkan al-Qur’an dan Kami pula yang akan menjaganya”.

Dan Surah al-Baqarah ayat 22-24:

“Dan jika kamu berada dalam keraguan terhadap al-Qur’an yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami, maka datangkanlah barang satu surah saja dari seumpamanya dan panggillah saksi-saksimu (penolong-penolongmu) selain daripada Allah jika kamu orang-orang yang benar.

Dan jika kamu tidak dapat berbuat, sebenarnya sekali-kali kamu tidak akan dapat memperbuatnya maka jagalah dirimu dari siksa Neraka yang kayu apinya terdiri dari manusia dan batu yang disediakan untuk orang-orang kafir. (QS. al-Baqarah 23-24)

Menolak doa. Mereka tidak yakin dengan doa. Ini sangat bertentangan dengan sekali dengan firman Allah dalam al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 186 yang berbunyi:

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa, apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah ayat 186)

“Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan……” (QS. Al-Mukmin ayat 60)

Doa itu otaknya ibadah. (Hadits)

Semua penganut agama Samawi masuk surga.

Pendapat ini terang-terangan mengingkari dan menentang ayat Allah dalam al-Qur’an yang berbunyi:

“Bagi kami amal kami dan bagi kamu amalan kamu”(QS AL-baqarah ayat 139)

“Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku” (QS. Al-Kafirun ayat 6)

“Agama yang diakui di sisi Allah adalah Islam”. (QS. Ali Imran ayat 19)

“Siapa yang mencari agama selain Islam Allah akan menolak (tidak menerima) dari padanya dan termasuk orang yang merugi di akhirat.” (QS. Ali Imran ayat 85)

Inti dari penjelasan semua ayat ini bahwa secara aqidah, tauhid, ibadah dan ajaran Islam bahwa orang yang beramal seperti dia bangun masjid ribuan banyaknya, dia bantu fakir miskin dan anak yatim dan dia sumbangkan harta benda seluruhnya untuk kepentingan umum, dan dia korbankan nyawanya, tetapi apabila dia tidak beragama Islam maka semua itu di sisi Allah tidak ada nilainya sama sekali.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd

Tabarrujal Jahiliyah

Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dahulu. (QS. Al-Ahzab ayat 33)

Tantangan dan cobaan serta masalah yang cukup berat kita hadapi saat ini ialah kehancuran moral dan kemerosotan akhlaq. Sampai ada pernyataan yang kita dengar bahwa “hampir sempurna rusaknya akhlaq bangsa ini.”

Pornografi, pornoaksi (eksobionisme). Belum lagi korban ganja, narkotika, ekstasi, pil setan dan sejenisnya tidak sedikit jumlahnya bukan saja mereka yang sudah dewasa dan lanjut usia tapi anak-anak dibawah umur, bahkan anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar sudah banyak yang pada teler, lebih-lebih lagi bermunculan berbagai bentuk judi. Semua itu meruntuhkan sendi-sendi moral dan akhlaq, membuat manusia tenggelam di alam khayal dengan mengharap rizki nomplok tanpa bekerja. Ini sesuai apa yang telah dikatakan Nabi Muhammad saw beberapa abad yang silam:

“Penduduk kampung (masyarakat) senang dengan perbuatan maksiat dan orang-orang tua ikut bergelimang dosa.”

Akhirnya marilah kita:
– Berpegang teguhlah selalu kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.
– Siap siagalah membela aqidah Islamiyah.
– Istiqamah dalam menghadapi kehidupan
– Mantapkan ukhuwah Islamiyah.
– Tekunlah melaksanakan ibadah.
– Perbanyaklah infaq, sadaqah, wakaf dan amal shaleh di jalan Allah.
– Latih diri dengan banyak berbuat amal kebaikan.
– Hindari diri dari segala bentuk perbuatan mungkar dan maksiat.
– Marilah kita saling bermaaf-maafan dan bina silaturahmi sesama umat Islam.
– Siap siagalah membela agama Islam karena maut selalu mengintai kita.

Mari kita tutup khutbah ini dengan membaca doa:
__________________________
Disampaikan pada Khotbah Idul Fitri 1426 H/2005
Oleh : Drs.HM. Goodwill Zubir
Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sumber : suara-muhamadiyah