<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KHUTBAH</title>
	<atom:link href="http://khutbah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://khutbah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Oct 2007 14:21:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='khutbah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KHUTBAH</title>
		<link>http://khutbah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://khutbah.wordpress.com/osd.xml" title="KHUTBAH" />
	<atom:link rel='hub' href='http://khutbah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Waspadalah Wahai Ummat Islam</title>
		<link>http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/waspadalah-wahai-ummat-islam/</link>
		<comments>http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/waspadalah-wahai-ummat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 14:21:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abah Zacky as-Samarani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah Idul Fitri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/waspadalah-wahai-ummat-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Saudara kaum Muslimin dan Muslimat Rahimakumullah. Hari ini adalah hari bergembira, hari bersuka cita bagi umat Islam dibebagai pelosok dan penjuru dunia. Baik mereka yang berada di kota maupun mereka yang berada di pelosok desa, mereka datang berduyun-duyun menuju tempat-tempat dan lapangan tertentu dengan komando iman yang satu, ruku’ dan sujud di bawah dulu Kebesaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=13&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudara kaum Muslimin dan Muslimat Rahimakumullah.<br />
Hari ini adalah hari bergembira, hari bersuka cita bagi umat Islam dibebagai pelosok dan penjuru dunia. Baik mereka yang berada di kota maupun mereka yang berada di pelosok desa, mereka datang berduyun-duyun menuju tempat-tempat dan lapangan tertentu dengan komando iman yang satu, ruku’ dan sujud di bawah dulu Kebesaran Allah yang maha tahu, baik yang nyata maupun yang tersembunyi di dalam qalbu. <span id="more-13"></span></p>
<p>Dengan derap langkah, irama yang sama dengan suara gemuruh gegap gempita, umat Islam serentak memuji dan memuja Tuhannya. Mengumandangkan takbir, tahmid, tahlil dan tasbih ke angkasa sebagai pertanda dan nama yang menyatakan umat Islam penuh gembira dan suka cita. Gembira karena telah selesai menjalankan ibadah puasa sebulan lamanya sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 185:<br />
Hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasamu dan kemudian kumandangkanlah takbir sebagaimana Allah menunjuki kamu moga-moga kamu menjadi orang-orang yang bersyukur”. (QS Al-Baqarah ayat 185) </p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd </p>
<p>Di awal khutbah ini saya mengingatkan kita semua untuk mengevaluasi dan introspeksi tentang ibdah puasa yang telah kita laksanakan satu bulan lamanya. Sudahkah kita memperoleh predikat manusia taqwa yang dijanjikan oleh Allah dalam surat al-Baqarah ayat 183. </p>
<p>Bila derajat dan predikat taqwa sudah kita miliki, janji Allah yang pasti kita terima. </p>
<p>- Memperoleh makna hidup di dunia dan di akhirat. </p>
<p>Sesungguhnya orang yang taqwa menggondol kemenangan, kebun buah-buahan dan anggur pilihan gadis-gadis remaja yang sebaya, piala-piala yang penuh berisi minuman yang menyegarkan, di samping mereka tidak mendengar omongan kosong dan bohong. (QS. An-Naba’ ayat 31-35) </p>
<p>- Dikeluarkan dari kesulitan: </p>
<p>Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dari kesulitan. (QS. At-Thalaq ayat 2) </p>
<p>- Allah akan memberi rizkinya dari pintu yang tidak terduga. </p>
<p>Dia akan memberinya rizki dari pintu yang ia tidak duga. (QS. At-Thalaq ayat 3) </p>
<p>- Mudah segala urusannya. </p>
<p>Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah akan memudahkan segala urusannya. (QS. At-Thalaq ayat 4) </p>
<p>- Dihapus segala dosanya dilipatgandakan pahalanya. </p>
<p>Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah dihapus segala dosanya dan dilipatgandakan pahalanya. (QS. Ath-Thalaq ayat 5) </p>
<p>Saudara-Saudara Kaum Muslimin dan Muslimat Sidang Hari Raya Idul Fitri yang mulia </p>
<p>Kita sekarang berada di zaman era Informasi dan Globalisasi yang ditandai, kita temukan manusia-manusia yang kepala dan otaknya penuh bermuatan ilmu pengetahuan yang serba canggih dan moderen, namun dada sebagian mereka banyak yang kosong dari keyakinan dan keimanan. Disaat itulah orang yang anti, sinis, apriori dan phobi kepada Islam. Bermacam-macam cara gaya, langkah, metode dan strategi, sertataktiknya untuk menghadang Islam, itu sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Qur’an Surat at-Taubah ayat 32 dan Surat ar-Rum, ayat 32 yang berbunyi: </p>
<p>Artinya: “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya. (QS. At-Taubah ayat 32) </p>
<p>Artinya: Orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS. Ar-Rum ayat 32) </p>
<p>Untuk itu kita harus waspada dan merespon dengan arif dan bijaksana serta dengan keyakinan yang kuat dan ukhuwah Islamiyah yang mantap bahwa ada tiga kekuatan besar yang sedang berhadapan dan menghadang Islam, seperti: </p>
<p>Zionisme </p>
<p>Gerakan Yahudi Internasional untuk menghancurkan Islam dengan cara, menguasai seluruh aspek kehidupan manusia dunia. Ilmu pengetahuan teknologi canggih dan kebijakan yang strategis yang dilakukan negara adi kuasa. Amerika Serikat yang nyata-nyata dibelakangnya adalah orang Yahudi sesuai dengan kata tokoh Islam “Louis Farhan”. Bahwa Yahudi di Amerika Serikat itu tidak sampai 10% tetapi seluruh kebijaksanaan yang strategis baik di dalam Negara maupun di luar negeri semuanya harus mendapat restu dari Yahudi sampai mengenai siapapun yang akan menjadi Presiden di Amerika harus mendapat restu dari Yahudi. </p>
<p>Missionarisme/Salibisme </p>
<p>Gerakan Missionarisme untuk mengkristenkan umat manusia dengan cara menyingkirkan umat Islam dari berbagai sektor kehidupan sehingga ajaran Islam yang berurat dan berakar di dada umat Islam terkikis habis, ini sesuai dengan firman Allah Surah al-Baqarah ayat 120 yang berbunyi: </p>
<p>Artinya: Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan mereka kepada kamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong kamu. (QS. Al-Baqarah ayat 120) </p>
<p>Atheisme/Komunisme </p>
<p>Gerakan anti Tuhan, anti Agama yang bisa menjadikan Negara sebagai buldozer untuk menindas umat Islam ini pernah terjadi di beberapa negara seperti Uni Sovyet, Polandia, Cekoslowakia dan lainnya mereka populer dengan 3 strateginya yakni strategi belah bambu, miskinkan rakyat serta memperbanyak pengangguran. </p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd </p>
<p>Untuk mencemari aqidah umat Islam kita melihat adanya paham atau aliran yang saat ini sedang berkembang memasyarakat di tengah umat Islam seperti: </p>
<p>Pluralisme </p>
<p>Gerakan yang berusaha memasyarakatkan bahwa seluruh agama sama dan suci serta jalan yang benar dan seluruh penganut agama samawi masuk sorga serta tidak bolehnya satu agama menyatakan bahwa agamanyalah yang paling benar. </p>
<p>Nativisme </p>
<p>Suatu paham yang mengatakan bahwa segala yang ada di tanah kelahiran itulah yang paling baik dan apa yang datang dari luar harus menyesuaikan dengan leluhur nenek moyang. </p>
<p>Qadianisme </p>
<p>Gerakan yang berusaha mencabut keyakinan umat Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. Mereka mengukuhkan Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi dan Rasulnya. Pusat kegiatannya di Qadiani Punjab India. </p>
<p>Sekularisme </p>
<p>Ajaran yang berpendapat bahwa urusan dunia tidak terkait dengan ajaran agama ”Doctrines is that the basic of morality the Shaal be non religius” </p>
<p>Materislisme </p>
<p>Suatu pahamm yang mengukur segala sesuatu dengan jumlah materi dan jabatan yang diperoleh sehingga orang-orang kaya dan punya jabatan dipuja bagaikan dewa dan disembah bagaikan Tuhan. </p>
<p>Pragmatisme dan Humanisme </p>
<p>Suatu paham yang berusaha mempengaruhi masyarakat bahwa yang baik adalah yang sesuai dengan kepentingan manusia dan segala sesuatu diukur dengan kemanusiaan dan manusialah yang menentukan segala sesuatu. </p>
<p>Westernisasi </p>
<p>Untuk mencapai kemajuan segala sesuatu yang datang dari Barat adalah yang modern dan maju dan harus dipakai tanpa menghiraukan norma-norma dan aturan agama. </p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd. </p>
<p>Dari segi akhlaq umat kita juga mendapat tantangan. Berbicara tentang akhlaq umat, sekarang ini kita menyaksikan bahwa pola dan ciri kehidupan Jahiliyah yang terdapat dalam al-Qur’an sudah membudaya dan memasyarakat bahkan sudah merupakan hal yang biasa dan membanggakan bagi sebahagian umat Islam, untuk itu ada empat tipe kehidupan Jahilliyah yang sudah ditetapkan Allah SWT. </p>
<p>Hukmul Jahiliyah (Hukum Jahiliyah) </p>
<p>Yakni vonis hakim ditentukan oleh penguasa dan orang kaya dengan kata lain secuil kekayaan dan jabatan biasa menghancurkan segudang kebenaran dan keadilan. Dalam masyarakat populer dengan sebutan “Hukum Rimba” siapa yang kuat itu diatas dan siapa yang lemah teraniaya dan sengsara serta tersiksa. </p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd. </p>
<p>Saya punya anekdot betapa dahsyat dan hebatnya hukum Jahiliyah itu. Tiga ekor binatang membina hubungan yang erat, ukhwah yang mantap sahabat yang intim. Ketiga binatang tersebut (Singa, Srigala dan Musang). Ketiga binatang ini sama-sama makan daging. Suatu saat ketiganya berburu mangsa di hutan belantara, mereka mendapatkan tiga mangsa (ayam, rusa dan kancil). Berhubung Singan populer dengan raja hutannya dan kekuatan yang dahsyat serta kukunya yang panjang maka Singa memberi maklumat kepada Musang. Hai Musang tolong kamu bagi tiga mangsa yang kita dapat hari ini! Jawab Musang, Ayam untuk saya, Rusa untuk Singa serta kancil untuk Srigala. Melihat pembagian tersebut merah padam wajah Singa, dsiumpah serapah, dibentak dan dihardik, kemana otak dan kepalamu, kamu pergunakan kok kamu begitu membaginya. Akhirnya kemarahan Singa memuncak sampai copot telinga Musang olehnya. Kemudian Singa memberi maklumat kepada Srigala. </p>
<p>“Hai Srigala tolong kamu bagi seadil-adilnya tiga mangsa yang kita dapatkan hari ini”. Jawb Srigala: Menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, mengingat dan menimbang, melihat dan memperhatikan akhirnya memutuskan. Saya membagi begini Ayam sarapan pagimu tuan Singa dan rusa makan siangmu serta kancil untuk makan malammu. Melihat pembagian yang begitu hebatnya Singa berkata: Hebat, hebat, hebat kamu Srigala dari mana kamu belajar, kok kamu begitu hebat membaginya. Di saat itu Srigala diam seribu bahasa, namun hati nuraninya bicara saya belajar dari telinga Musang yang sudah copot itu. Kalau saya tidak begitu membaginya saya bisa mati ditempat. Ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Maidah ayat 50 yang berbunyi: </p>
<p>Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin. (QS. Al-Maidah ayat 50). </p>
<p>Benarkah hukum Jahiliyah itu ada di tengah-tengah masyarakat? Kata Nabi Muhammad saw, ada dua hal yang menjadi kebiasaan masyarakat Jahiliyah tersebut, yaitu: “Meluasnya penyimpangan (penyelewengan)” </p>
<p>Orang menyeleweng dan menyimpang dianggap trendi. (Kebanggaan tersendiri) tidak ada rasa malu dalam dirinya, bahasa yang lebih vulgarnya berbunyi, sudah putus urat malu dari dirinya. </p>
<p>Zannal Jahiliyah </p>
<p>Mereka mengira (menyangka) yang tidak benar tehadap Allah seperti sangkaan Jahiliyah. (QS. Ali Imran ayat 154) </p>
<p>Banyak orang yang phobi, sinis terhadap Islam melontarkan pendapat, pokok pikiran. Statemen, propaganda bahwa agama Islam tidak mampu menyelesaikan masalah umat dan menganggap Islam sebagai penghalang kemajuan, malahan terakhir kita dengar mereka berkata Islam identik dengan kekerasan, fundamenralis, teroris, radikal dan segala perbuatan jelek lainnya. Ini merupakan propaganda dan prasangka sera pendapat yang sangat keliru dan salah, yang tidak bisa kita biarkan dan harus kita respon dengan argumentasi dan hujjah serta alasan-alasan yang bisa membuat mereka yang anti, sinis, phobi Islam itu kembali kepada logika sehat dan nuraninya yang bersih. Karena Allah telah sebutkan dalam al-Qur’an yang berbunyi: </p>
<p>“Bahwa inilah jalan-Ku yang benar, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain krena jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikian diperintahkan Allah agar kamu menjadi orang yang taqwa. (QS. al-An’am ayat 153) </p>
<p>Hamiyatul Jahiliyah </p>
<p>Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan Jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang Mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa dan mereka berubah dengan (kalimat taqwa) itu dan patut memilikinya. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu (QS. al-Fath ayat 26). </p>
<p>Merasa sombong dan angkuh serta takabur kepada al-Khaliq (Allah Maha Pencipta) dengan cara menentang wahyu dan hukum-hukum Allah yang terdapat dalam al-Qur’anul karim yang merupakan sumber hukum dan landasan hukum dalam kita hidup di dunia sampai pada akhirat nanti. </p>
<p>Terakhir adanya kelompok Islam Liberal (jaringan Islam Liberal) yang mencoba mengangkat tema-tema dan pokok-pokok pikiran yang bernuansa ragu dan bimbang serta ingin mempertanyakan tentang wahyu al-Qur’an dan hukum Allah diantara tema-tema tersebut yang hangat diperdebatkan dan diperbincangkan dalam masyarakat saat ini, seperti: </p>
<p>Menganggap hukum Allah tidak ada, yang ada hanya hukum manusia, ini sangat bertentangan sekali dengan al-Qur’an karena dalam al-Qur’an sangat banyak kita temukan ayat yang menyangkut hukum Allah ini seperti; </p>
<p>Dan barangsiapa yang tidak mau berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah maka mereka itu termasuk golongan orang yang kafir”. (Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 44) </p>
<p>“Mereka mengingatkan supaya menyerahkan segala putusan kepada Thaghut, dan sesungguhnya mereka disuruh mengingkari Thaghut itu.” (A:l-Qur’an Surat An-Nisaa ayat 60) </p>
<p>“Dan kamu telah perintahkan kepadamu: untuk menghukum diantara mereka dengan apa yang telah diturunkan Allah. Dan janganlah kamu ikuti hawa nafsumu” (Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 49) </p>
<p>Al-Qur’an dianggap Filsafat dan Logika tergantung manusia memahaminya. Pendapat ini sangat bertentangan dengan pernyataan dan penjelasan Allah dalam al-Qur’an yang hampir 100 ayat dalam al-Qur’an kita temukan bahwa al-Qur’an itu merupakan Wahyu Allah dan menjamin terpeliharanya keabsahannya sampai kiamat. </p>
<p>Ingin mengamandemen al-Qur’an. Argumentasi dan hujjahnya menyangkut masalah; </p>
<p>- Hukum Faraidh (waris) dalam al-Qur’an bahwa laki-laki mendapat 2 kali perempuan. </p>
<p>- Laki-laki diberi haq beristri empat (Masna watsulatsa wa rubaa’) </p>
<p>- Nikah beda agama </p>
<p>- Faraidh (waris) beda agama </p>
<p>- Al-Qur’an sudah tereduksi </p>
<p>Mereka menganggap al-Qur’an tidak adil dan melanggar HAM. Ini bila kita cermati dengan baik kenapa Allah menetapkan laki-laki mendapat 2 kali lipat perempuan, ini menyangkut tanggungjawab karena laki-laki pemimpin Rumah Tangga. </p>
<p>Kemudian mengenai al-Qur’an sudah terdeteksi dan diamandemen Allah memberikan pernyataan dalam al-Qur’an: </p>
<p>“Sesungguhnya Kami (Allah) yang telah menurunkan al-Qur’an dan Kami pula yang akan menjaganya”. </p>
<p>Dan Surah al-Baqarah ayat 22-24: </p>
<p>“Dan jika kamu berada dalam keraguan terhadap al-Qur’an yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami, maka datangkanlah barang satu surah saja dari seumpamanya dan panggillah saksi-saksimu (penolong-penolongmu) selain daripada Allah jika kamu orang-orang yang benar. </p>
<p>Dan jika kamu tidak dapat berbuat, sebenarnya sekali-kali kamu tidak akan dapat memperbuatnya maka jagalah dirimu dari siksa Neraka yang kayu apinya terdiri dari manusia dan batu yang disediakan untuk orang-orang kafir. (QS. al-Baqarah 23-24) </p>
<p>Menolak doa. Mereka tidak yakin dengan doa. Ini sangat bertentangan dengan sekali dengan firman Allah dalam al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 186 yang berbunyi: </p>
<p>“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa, apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah ayat 186) </p>
<p>“Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan&#8230;&#8230;” (QS. Al-Mukmin ayat 60) </p>
<p>Doa itu otaknya ibadah. (Hadits) </p>
<p>Semua penganut agama Samawi masuk surga. </p>
<p>Pendapat ini terang-terangan mengingkari dan menentang ayat Allah dalam al-Qur’an yang berbunyi: </p>
<p>“Bagi kami amal kami dan bagi kamu amalan kamu”(QS AL-baqarah ayat 139) </p>
<p>“Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku” (QS. Al-Kafirun ayat 6) </p>
<p>“Agama yang diakui di sisi Allah adalah Islam”. (QS. Ali Imran ayat 19) </p>
<p>“Siapa yang mencari agama selain Islam Allah akan menolak (tidak menerima) dari padanya dan termasuk orang yang merugi di akhirat.” (QS. Ali Imran ayat 85) </p>
<p>Inti dari penjelasan semua ayat ini bahwa secara aqidah, tauhid, ibadah dan ajaran Islam bahwa orang yang beramal seperti dia bangun masjid ribuan banyaknya, dia bantu fakir miskin dan anak yatim dan dia sumbangkan harta benda seluruhnya untuk kepentingan umum, dan dia korbankan nyawanya, tetapi apabila dia tidak beragama Islam maka semua itu di sisi Allah tidak ada nilainya sama sekali. </p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd </p>
<p>Tabarrujal Jahiliyah </p>
<p>Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dahulu. (QS. Al-Ahzab ayat 33) </p>
<p>Tantangan dan cobaan serta masalah yang cukup berat kita hadapi saat ini ialah kehancuran moral dan kemerosotan akhlaq. Sampai ada pernyataan yang kita dengar bahwa “hampir sempurna rusaknya akhlaq bangsa ini.” </p>
<p>Pornografi, pornoaksi (eksobionisme). Belum lagi korban ganja, narkotika, ekstasi, pil setan dan sejenisnya tidak sedikit jumlahnya bukan saja mereka yang sudah dewasa dan lanjut usia tapi anak-anak dibawah umur, bahkan anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar sudah banyak yang pada teler, lebih-lebih lagi bermunculan berbagai bentuk judi. Semua itu meruntuhkan sendi-sendi moral dan akhlaq, membuat manusia tenggelam di alam khayal dengan mengharap rizki nomplok tanpa bekerja. Ini sesuai apa yang telah dikatakan Nabi Muhammad saw beberapa abad yang silam: </p>
<p>“Penduduk kampung (masyarakat) senang dengan perbuatan maksiat dan orang-orang tua ikut bergelimang dosa.” </p>
<p>Akhirnya marilah kita:<br />
- Berpegang teguhlah selalu kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.<br />
- Siap siagalah membela aqidah Islamiyah.<br />
- Istiqamah dalam menghadapi kehidupan<br />
- Mantapkan ukhuwah Islamiyah.<br />
- Tekunlah melaksanakan ibadah.<br />
- Perbanyaklah infaq, sadaqah, wakaf dan amal shaleh di jalan Allah.<br />
- Latih diri dengan banyak berbuat amal kebaikan.<br />
- Hindari diri dari segala bentuk perbuatan mungkar dan maksiat.<br />
- Marilah kita saling bermaaf-maafan dan bina silaturahmi sesama umat Islam.<br />
- Siap siagalah membela agama Islam karena maut selalu mengintai kita. </p>
<p>Mari kita tutup khutbah ini dengan membaca doa:<br />
__________________________<br />
Disampaikan pada Khotbah Idul Fitri 1426 H/2005<br />
Oleh : Drs.HM. Goodwill Zubir<br />
Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah<br />
Sumber : suara-muhamadiyah </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khutbah.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khutbah.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khutbah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khutbah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khutbah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khutbah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khutbah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khutbah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khutbah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khutbah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khutbah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khutbah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khutbah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khutbah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khutbah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khutbah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=13&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/waspadalah-wahai-ummat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e8d1a93a81a4449d5a2ae0f334d8c51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah zacky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“MENGGALANG POTENSI UMMAT DEMI KEMAJUAN DAKWAH”</title>
		<link>http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/%e2%80%9cmenggalang-potensi-ummat-demi-kemajuan-dakwah%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/%e2%80%9cmenggalang-potensi-ummat-demi-kemajuan-dakwah%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 14:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abah Zacky as-Samarani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah Idul Fitri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/%e2%80%9cmenggalang-potensi-ummat-demi-kemajuan-dakwah%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[KHUTBAH IDUL FITRI 1428 H DIKELUARKAN DAN DIREKOMENDASIKAN OLEH : DEWAN SYARIAH DPP WAHDAH ISLAMIYAH إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=12&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KHUTBAH IDUL FITRI 1428 H<br />
DIKELUARKAN DAN DIREKOMENDASIKAN OLEH :<br />
DEWAN SYARIAH DPP WAHDAH ISLAMIYAH</p>
<p>إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،<br />
﴿ يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ا مَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ﴾<br />
﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ﴾<br />
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ﴾ أَمَّا بَعْدُ &#8230;<br />
 فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.</p>
<p><span id="more-12"></span>Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,<br />
Di pagi yang cerah ini, diiringi suara takbir yang membahana mengisi seluruh ruang, kita rayakan kemenangan. Bersama-sama, kita berkumpul di tempat ini, dengan penuh takzim, untuk mengungkapkan kesyukuran kita kepada Allah. Kesyukuran atas hidayah Ramadhan, atas petunjuk Islam, dan atas seluruh karunia yang dilimpahkan Allah kepada kita semua.<br />
الله أكبر، الله أكبر،لا إله إلاّاللّه و اللّه اكبر، اللّه أكبر و للّه الحمد<br />
Ummatal Islam a’azzakumullah,<br />
Pagi itu, 1400 tahun yang lalu, orang-orang Quraisy Mekah gempar. Muhammad, laki-laki yang paling mereka cari, hilang bagai ditelan bumi. Rasulullah  berhasil lolos dari kepungan pemuda-pemuda Quraisy yang mengepung rumah beliau. Setelah empat bulan berturut-turut kaum muslimin secara bertahap melakukan hijrah ke Madinah, kafir Quraisy akhirnya sepakat untuk menghabisi nyawa Nabi.  Tapi pagi itu, mereka hanya bisa gigit jari. Semua rencana mereka berantakan. Rasulullah  telah pergi meninggalkan kota Mekah.</p>
<p>Ketika orang-orang Quraisy itu sadar, semuanya telah terlambat. Bahaya maha besar sedang mengancam mereka. Kepergian Muhammad ke Madinah akan memperkokoh kedudukan kaum muslimin sebagai sebuah masyarakat baru. Masyarakat dengan tauhid sebagai fondasi, ukhuwah islamiyah sebagai ikatan, keadilan sebagai sistem kehidupan, dan rahmatan lil ‘alamin sebagai cita-cita peradaban. </p>
<p>Semua itu, cepat atau lambat, akan merobek-robek bangunan Jahiliyah yang mereka bangun selama ini.  Penyembahan kepada berhala dan kuburan akan diganti dengan ibadah hanya kepada Allah. Tradisi negatif yang dianut dan kebiasaan jelek namun diterima secara umum, akan digeser oleh ajaran syariat. Kehormatan yang selama ini ditentukan oleh jabatan dan kekayaan, akan diganti dengan ketakwaan. Dan perlombaan memperebutkan harta dan kedudukan, akan diganti dengan amal shalih tanpa pamrih manusia.</p>
<p>Di Madinah, Rasulullah  segera memulai proyek besar bagi kemanusiaan. Nabi hilangkan  permusuhan dengan mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Nabi pandu masyarakat dengan syariat Allah yang adil. Dan Nabi bangun negara dengan mendirikan masjid. </p>
<p>الله أكبر، الله أكبر،لا إله إلاّاللّه و اللّه اكبر، اللّه أكبر و للّه الحمد<br />
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,<br />
Dari titik hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah  itu, peradaban Islam tegak menjadi soko guru bagi peradaban dunia. Hanya dalam jangka waktu satu abad dari titik hijrah itu, kaum muslimin telah membebaskan setengah dari separuh wilayah bumi yang dihuni manusia. Kesejahteraan, kemakmuran, keadilan dan kemajuan di segala bidang dirasakan oleh seluruh umat manusia. Pada masa Umar bin Abdul ‘Aziz, petugas-petugas zakat mengelilingi benua Afrika untuk mencari orang miskin yang akan diberikan zakat, tapi mereka tidak menemukannya.</p>
<p>وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ </p>
<p>Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.. {Qs. al-A’raaf (07): 96}</p>
<p>الله أكبر، الله أكبر،لا إله إلاّاللّه و اللّه اكبر، اللّه أكبر و للّه الحمد<br />
Ikhwatal Islam akramakumullah,<br />
Pagi ini, tanpa terasa, sudah lebih dari 62 tahun, kita umat Islam Indonesia menghirup segarnya angin kemerdekaan. Setelah perjuangan panjang penuh darah dan air mata merebut kemerdekaan pada masa Revolusi, menyusul pembelajaran mengelola negara di era Demokrasi Liberal dan Terpimpin, kemudian pengalaman mencari jati diri di masa Orde Baru, kita kini berada di era Reformasi dalam alam kehidupan yang terbuka dan lebih demokratis. </p>
<p>Di era keterbukaan ini, perjalanan dakwah Islam justru menghadapi tantangan yang lebih besar. Sumber daya yang dimiliki gerakan dakwah belum mampu mengimbangi beban kerja, akibat luasnya wilayah aksi dakwah. </p>
<p>Islam kini menunggu peran serta umatnya yang lebih besar. Kini, tiba saatnya bagi kita, umat Islam, untuk mempertegas kembali keberpihakan dan komitmen kita kepada Islam. Telah tiba waktunya bagi seluruh komponen umat untuk bergabung ke dalam roda pergerakan dakwah atau membentuk kelompok-kelompok dakwah atau memberi dukungan pada kegiatan-kegiatan dakwah yang telah ada dan menjadikan gerakan dakwah sebagai ruh yang menjiwai dirinya.  </p>
<p>الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي اْلأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاَةَ وَءَاتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ اْلأُمُورِ </p>
<p>(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma&#8217;ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.{Qs.al-Hajj (22): 41}</p>
<p>Dewasa ini, masih ada ribuan masjid tanpa jamaah dan pemakmur, masih ada ratusan majelis taklim dan TPA yang kekurangan pembina, sekolah agama yang mengalami krisis keuangan, ada jutaan umat yang terancam kristenisasi dan pemurtadan. Kalau belasan juta lebih masyarakat kita masih mengalami buta aksara latin, maka yang buta aksara Al Qur’an jumlahnya jauh dan jauh lebih banyak lagi. </p>
<p>Dalam bidang ekonomi syariah, kita baru mampu bermain di sektor keuangan. Itupun, kita baru mengantongi 2% saja dari pasar yang ada. </p>
<p>Dalam bidang pendidikan, saat ini, sudah terdapat kurang lebih 200 sekolah menengah atas yang merintis diri menjadi sekolah bertaraf internasional. Bandingkan dengan madrasah aliyah yang baru memiliki 4 sekolah dengan kualifikasi yang sama. </p>
<p>Dalam bidang pemikiran, racun sekularisme, pluralisme dan liberalisme agama yang memunculkan pendapat-pendapat baru yang sangat menyesatkan seperti : menganggap agama semua benar, tidak mensakralkan Al-Quran dan menolak hadits nabawi dengan dasar hawa nafsu dan lain-lain telah masuk ke jantung-jantung lembaga keagamaan kita. </p>
<p>Di Palestina sana, setelah lebih dari setengah abad negara teroris Israel bercokol, jutaan pengungsi muslim masih menunggu uluran tangan saudara-saudara mereka sambil meregang nyawa. Di Irak, korban jiwa dan harta masih terus berjatuhan. Tragedi berkepanjangan di Irak ini menambah jumlah jutaan korban nyawa manusia tak berdosa, yang telah melayang sia-sia, sejak pendudukan tentara Amerika 4 tahun yang lalu. </p>
<p>Di Jerman dan Belgia, jutaan penduduk muslim ketakutan. Mereka didemo, hanya karena mereka berencana untuk mendirikan mesjid.</p>
<p>Ikhwanul muslimin hafizhakumullah,<br />
Di era kebebasan ini, dakwah  membutuhkan lebih banyak Utsman bin Affan, investor yang mampu menebar kemakmuran bagi umat. Dakwah butuh lebih banyak sosok seperti Abdurrahman bin Auf, pengusaha yang mampu membangun keseimbangan pasar dengan sistem Islam. Dakwah butuh lebih banyak Abu Thalhah, petani ulet yang mampu menjamin ketahanan pangan negara Medinah. Dakwah butuh lebih banyak As Syifa’ binti Abdillah, wanita terampil yang menjaga kesehatan penduduk. Dakwah butuh lebih banyak Umar bin Khattab, administrator cerdas yang brillian mengatur administrasi pemerintahan. Dakwah butuh lebih banyak Ali bin Abi Thalib, ilmuwan ulet yang turut memikul tanggung jawab mengembangkan dakwah. Dakwah butuh lebih banyak ‘Amr bin ‘Ash, diplomat ulung yang mampu membuka lahan-lahan dakwah baru dengan kepiawaiannya. Allah berfirman: </p>
<p>وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ<br />
Dan Katakanlah: &#8220;Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan. {Qs. at-Taubah (09): 105}<br />
Dan firmanNya:<br />
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنصَاِرى إِلَى اللهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللهِ فَئَامَنَتْ طَّآئِفَةُُ مِّن بَنِي إِسْرَاءِيلَ وَكَفَرَتْ طَّآئِفَةُُ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ ءَامَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ<br />
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam Telah Berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: &#8220;Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?&#8221; pengikut-pengikut yang setia itu berkata: &#8220;Kamilah penolong-penolong agama Allah&#8221;, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; Maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. {Qs. ash-Shaff (61): 14} </p>
<p>Serta Ia berjanji:<br />
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن تَنصُرُوا اللهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ<br />
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu {Qs. Muhammad (47): 07}</p>
<p>Dalam sabdanya, Rasulullah  berkata, “Barangsiapa yang mempelopori kebaikan di dalam Islam, maka dia akan mendapatkan pahalanya beserta nilai pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka.”  </p>
<p>Ummatad dakwah nasharakumullah,<br />
Berjalanlah, ikutlah dalam dinamika gerakan dakwah dan istiqamahlah di dalamnya.</p>
<p>إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوا وَلاَتَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي اْلأَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَدَّعُونَ  نُزُلاً مِّنْ غَفُورٍ رَّحِيمٍ<br />
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: &#8220;Tuhan kami ialah Allah&#8221; Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: &#8220;Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu&#8221;. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. {Qs. Fushshilat (41): 30-32}</p>
<p>Umat Islam yang berbahagia.<br />
Dan secara khusus, kaum muslimah yang dirahmati Allah…</p>
<p>Apa jadinya dunia ini tanpa keberadaan wanita-wanita shalehah? Sudah lama dunia ini merintih disebabkan oleh aneka kezhaliman, kemaksiatan, kedurhakaan dan kebejatan yang diperbuat di atas permukaanNya. Dan semua kebejatan itu lahir,  salah satunya karena sosok-sosok wanita shalehah telah lenyap dari rumah-rumah tangga kita. Seorang koruptor, pezina dan pemikir sesat tentu tidak akan lahir melalui belaian keshalehan seorang wanita.</p>
<p>Oleh karena itu, kami ingatkan Anda wahai muslimah, separuh tanggung jawab bangsa dan umat ini ada di pundak anda semua. Itu artinya anda sekalian wajib-sekali lagi wajib-untuk menjadi wanita shalehah. Perhatikanlah ibadah anda kepadaNya. Periksa ulang cara berbusana anda. Luruskan kembali perilaku anda. Sekarang juga atau ajal tiba-tiba menjemput anda, sebelum anda sempat menjadi wanita shalehah.</p>
<p>Kepada para pemimpin dan calon pemimpin pemerintahan dan masyarakat kami nasehatkan agar meningkatkan ibadah dan ketakwaan kepada Allah . Serta menjadikan tuntunan-tuntunan agama sebagai pedoman dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Kurangilah dosa dan maksiat karena keduanya menjadi sebab turunnya siksa Allah . Tingkatkanlah kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di segala bidang.</p>
<p>Kepada para orang tua agar memberi perhatian yang besar kepada para remaja dalam hal pemahaman dan pengamalan ajaran agama yang benar, serta selalu menjaga norma-norma Islam dalam berbusana dan pergaulan dengan lawan jenis.</p>
<p>الله أكبر، الله أكبر،لا إله إلاّاللّه و اللّه اكبر، اللّه أكبر و للّه الحمد<br />
Kaum muslimin yang berbahagia,<br />
Akhirnya, marilah dengan penuh keikhlasan kita menunduk di hadapan Allah Azza wa Jalla untuk memohon dan meminta segala kebaikan di dunia maupun di akhirat kelak.</p>
<p>Ya Allah,<br />
Tidak ada satupun kedurhakaan kami yang tak Engkau ketahui. Kami tidak akan pernah sanggup untuk lari dari pengawasanMu. Di manapun kami sembunyi, Engkau pasti melihat setiap perbuatan kami. Namun kami juga meyakini betapa maha pengampunnya Engkau, ya Allah. Karena itu, tutupilah dosa ini. Ampunilah dosa ini, karena Engkau jualah yang dapat mengampunkan dosa-dosa kami. </p>
<p>Ya Allah, Engkau juga mengetahui betapa durhakanya kami pada kedua orang tua kami. Betapa banyak hak-hak mereka yang tak kami penuhi. Betapa seringnya kami bersuara keras pada mereka. Betapa seringnya kami membangkang perintah mereka. Ya Allah, kami minta padaMu ampunilah kami dan kedua orang tua kami. Berikan kebahagiaan yang tak putus-putus kepada mereka di dunia dan akhirat. Bantulah mereka untuk selalu tunduk dan patuh padaMu.</p>
<p>Ya Allah, puluhan ribu saudara kami di berbagai belahan dunia akibat bencana alam kini kehilangan keluarga mereka, kehilangan rumah tempat mereka berteduh, kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan mereka. Puluhan ribu anak-anak kami kini menjadi anak-anak yatim piatu. Engkau maha mengetahui penderitaan mereka. Maka kami mohon padaMu, dengan segala keMahapemurahanMu, bantulah mereka, segerakan pertolonganMu untuk mereka, obati luka kesedihan mereka, Ya Allah. Lindungilah mereka semua dari makar musuh-musuhMu  yang selalu mencoba untuk mengail di air keruh. Sadarkan hati mereka untuk lebih tunduk lagi padaMu setelah musibah itu. </p>
<p>Ya Allah, puluhan ribu saudara kami yang lain di Irak, Palestina dan di berbagai tempat lainnya juga hingga kini masih terzhalimi oleh para teroris kelas dunia. Rabbana, Engkau Maha kuat lagi Maha perkasa, bantulah mereka dengan rahmatMu, hancurkanlah musuh-musuhMu yang selalu saja menzhalimi hamba-hambaMu. </p>
<p>Ya Allah berikanlah rahmatMu pada negeri ini. Curahkanlah petunjuk dan hidayahMu untuk para pemimpin-pemimpin negeri ini, Ya Allah. Agar mereka dapat berlaku adil dan sayang  pada kami. Sesungguhnya tidak ada tempat untuk mengeluhkan masalah kami kecuali padaMu. Ya Allah, jangan biarkan negeri ini terjajah oleh siapapun yang memusuhiMu.<br />
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ<br />
وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khutbah.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khutbah.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khutbah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khutbah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khutbah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khutbah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khutbah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khutbah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khutbah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khutbah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khutbah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khutbah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khutbah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khutbah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khutbah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khutbah.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=12&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/%e2%80%9cmenggalang-potensi-ummat-demi-kemajuan-dakwah%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e8d1a93a81a4449d5a2ae0f334d8c51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah zacky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Kesatuan, Kembali Kepada Syariat &amp; Khilafah</title>
		<link>http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/menuju-kesatuan-kembali-kepada-syariat-khilafah/</link>
		<comments>http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/menuju-kesatuan-kembali-kepada-syariat-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 14:07:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abah Zacky as-Samarani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/menuju-kesatuan-kembali-kepada-syariat-khilafah/</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم KHUTBAH IDUL FITRI 1428 H (Hizbut Tahrir) السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله أكبر 9× اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً، لاَإلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْداً لِلْمُسْلِمِيْنَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِمْ فِيْهِ الصِّياَمَ، وَنَزَّلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّناَتٍ مِنَ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=11&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p>KHUTBAH IDUL FITRI 1428 H (Hizbut Tahrir)</p>
<p>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>الله أكبر 9×</p>
<p>اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً، لاَإلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.</p>
<p>اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْداً لِلْمُسْلِمِيْنَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِمْ فِيْهِ الصِّياَمَ، وَنَزَّلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّناَتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، نَحْمَدُهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى كَمَالِ إِحْسَانِهِ وَهُوَ ذُو الْجَلاَلِ وَاْلإِكْراَمِ.</p>
<p>أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وأُصَلِّيْ وَاُسَلِّمُ عَلَى الْقَائِدِ وَالْقُدْوَةِ مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، وَمَنْ دَعاَ اِلَى اللهِ بِدَعْوَتِهِ وَمَنْ جاَهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَقَّ جِهاَدِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. </p>
<p>اَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ!</p>
<p><span id="more-11"></span>Allahu Akbar 3x Walillahil Hamd</p>
<p>Yaa Allah, Maha Agung asma-MU. Wahai Dzat yang Maha Adil dan Maha luas kasih sayang-Nya. Maha tinggi kemuliaan-Mu yaa ‘Aziiz, wahai Dzat yang senantiasa mencurahkan rahmat dan nikmat kepada para hamba-Nya. Maha besar kekuasaan-Mu yaa Maalik.</p>
<p>Yaa Rahman, inilah kami para hamba-Mu. Kami datang bersimpuh di hadapan kebesaran-Mu. Inilah kami, yaa ‘Aziiz, makhluk-makhluk-Mu yang lemah dan tak berdaya, kini duduk di hadapan altar kemuliaan dan keagungan-Mu. Ya Rahiim, inilah kami hamba-Mu yang tak pernah luput dari kesalahan dan dosa, sering lalai dan alpa, yang acapkali bertengkar untuk memperebutkan bangkai-bangkai dunia; kini kami hadir menyerahkan segenap jiwa dan raga di depan pintu kekuasaan-Mu. Yaa Ghaani, inilah kami, orang-orang fakir yang menundukkan kepala karena malu kepada-Mu, kini kami menengadahkan tangan-tangan kami untuk memohon belas kasih-Mu.</p>
<p>Yaa Allah, Yaa Rahman, yaa Rahiim. Kami yang berkumpul di tempat ini, pada pagi ini, adalah para hambu-Mu. Saat Ramadhan kami tertatih-tatih mendekatkan diri kepada-Mu karena berharap kasih sayang-Mu. Yaa Allah, setiap saat kami berusaha mengetuk pintu-Mu dengan rasa lapar dan dahaga. Yaa Allah, setiap malam kami berusaha membaca al-Quran untuk memahami petunjuk-Mu. Setiap saat kami menyeru-Mu dengan dzikir dan doa. Semua itu, yaa Rahman, hanya untuk menggapai ridla dan janji-Mu. Engkaulah Dzat yang maha mengetahui apa yang telah kami lakukan.</p>
<p>Bagi-Mu, segala puji wahai Dzat yang telah menunjuki kami dengan agama-Mu. Kami bersaksi, bahwa tiada Rabb yang patut disembah selain Engkau, wahai Dzat yang Maha Agung dan Maha Mulia, yang keagungan dan ke-muliaan-Mu tidak akan sirna, meskipun seluruh manusia Kafir dan durhaka kepada-Mu. Yaa Rahman, kami bersaksi, bahwa Nabi Muhammad saw. adalah utusan-Mu, suri teladan bagi seluruh umat manusia. Shalawat dan salam semoga Engkau limpahkan kepada beliau saw, keluarga, kerabat dan shahabat beliau, serta kaum Muslim yang secara konsisten dan konsekuen menjalankan dan mendakwahkan ajarannya hingga Hari Kiamat. </p>
<p>Allahu Akbar 3x Walillahil Hamd</p>
<p>Hadirin yang dimuliakan Allah. Ramadhan berlalu sudah. Kini kaum Muslim menggemakan takbir, tahlil dan tahmid serentak di seluruh dunia sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. yang telah memberikan kekuatan untuk mendirikan ibadah di bulan Ramadhan; shaum mulai terbit fajar sampai matahari terbenam, membaca al-Quran, menghidupkan malam dengan tarawih, i’tikaf, dan berdzikir. Bulan yang membuat orang Mukmin berlinang air mata, mengingat akan kealpaan, dosa, kelalaian, dan kemaksiatan diri. Bulan untuk introspeksi diri terhadap apa yang telah dilakukan. Semuanya itu ditujukan untuk mendekatkan diri kepada-Mu. Inilah bulan yang Allah telah berikan kesempatan kepada kita untuk berkaca dan memperbaiki diri. Inilah Bulan yang Allah SWT limpahkan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya. Inilah Bulan yang Allah SWT janjikan ampunan. Ampunan atas seluruh dosa kita sebelumnya, sehingga kita bagaikan manusia yang terlahir kembali. Subhanallah Allahu Akbar.</p>
<p>Ada getar keharuan dalam hati kita. Ramadhan yang barakah, berlimpah rahmat, dan ampunan Allah, telah meninggalkan kita. Akankah kita bertemu dengan Ramadhan berikutnya? Jujur kita menjawab Wallahu a’lam. Tidak tahu. </p>
<p>Ramadhan telah berlalu. Ada pertanyaan penting yang perlu kita tanyakan pada diri kita. Apakah shaum kita telah berhasil? Bisakah kita disebut berhasil dan meraih kemenangan, sementara Ramadhan kita tidak banyak berpengaruh terhadap penyelesaian persoalan utama umat. Apakah pantas kita disebut berhasil, sementara umat tetap saja hidup menderita. Musuh-musuh Allah, kaum Kuffar, masih saja membunuhi kaum Muslim . Penguasa-penguasa di negeri-negeri Islam juga masih saja tidak melindungi rakyatnya. Mereka juga tidak peduli apakah kebutuhan bahan pokok rakyatnya terjamin atau tidak. Bahkan penguasa-penguasa negeri Islam lebih mementingkan ridha negara-negara Kafir penjajah, meskipun harus memenjarakan, menzalimi, bahkan membunuh rakyatnya sendiri. </p>
<p>Pada hari ini pun kita menyaksikan betapa para pemimpin dan politisi lebih sibuk bertikai, saling berebut kursi, saling menipu demi kekuasaan dan kedudukan, juga demi harta. Mengapa umat Islam masih diliputi oleh kemiskinan dan kebodohan? KKN dan berbagai penyimpangan pun masih merajelala. Belum lagi perjudian, pornografi, pelacuran, masih saja berjalan, bahkan di bulan Ramadan sekalipun. Kriminalitas, seperti pemerkosaan, pembunuhan, pencurian, dan lain-lain masih merupakan bagian dari keseharian hidup masyarakat kita. </p>
<p>Pada hari ini pun kita masih menjadi saksi, betapa negara-negara Kafir penjajah, seperti Amerika dan Inggris bertindak semena-mena terhadap kaum Muslim. Isu terorisme juga telah menjadi senjata ampuh bagi negara-negara imperialis Barat, yang dipimpin oleh AS dan Inggris, beserta sekutunya, seperti Australia, untuk menguasai dan mencengkram negeri-negeri Islam. Bahkan, kini AS dan Inggris telah menjadikan perang melawan terorisme sebagai kedok untuk memerangi Islam, dengan memerangi syariah dan Khilafah. Karena mereka sadar, bahwa kembalinya syariah dan Khilafah yang kedua kalinya di muka bumi ini tidak bisa dibendung lagi. Maka, secara spesifik, isu itu digunakan untuk menggiring opini publik dunia pada suatu perang global terhadap kaum Muslim yang memperjuangkan kembalinya supremasi Islam, bukan saja sebagai agama ritual, tetapi juga sebagai ajaran politik yang agung. Mereka paham, bahwa perjuangan penegakan syariah secara nyata telah mengancam hegemoni sistem Kapitalisme yang menjajah dunia, khususnya dunia Islam, saat ini. </p>
<p>Sementara itu, di negeri-negeri Islam yang lain, penderitaan kaum Muslim tidak kalah tragisnya. Umat Islam di berbagai negeri Muslim hingga kini masih tetap dalam keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan di tengah-tengah sumberdaya alam mereka yang melimpah ruah. Afganistan dan Irak, hingga kini tetap diduduki kaum Kafir penjajah pimpinan AS. Kaum Muslim di Palestina juga masih tetap menderita dalam cengkeraman Yahudi Israel. Di Asia Tengah, seperti Uzbekistan dan Kirgistan, umat Islam pun masih tetap dalam belenggu kekejaman para penguasa diktator, yang menjadi agen kaum Kafir penjajah. Demikian juga yang terjadi di Chechnya, Dagestan, Khasmir, Pattani dan Philipina.</p>
<p>Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,…! </p>
<p>Inilah, sekilas potret keterpurukan kaum Muslim saat ini. Saat ini kita memang tengah merayakan Idul Fitri, mengumandangkan takbir, tetapi takbir itu dikumandangkan di tengah situasi kita yang saat ini tetap terbelenggu kekalahan dan ketertindasan. Mengapa semua ini masih terjadi? Apa sebenarnya yang menyebabkan semua itu terjadi? Jika kita meneliti dengan cermat, sesungguhnya penyebab utama dari keterpurukan kaum Muslim saat ini karena kehidupan mereka yang tidak diatur oleh Islam. Islam telah dicampakkan dalam kehidupan. </p>
<p>Memang benar, saat ini kaum Muslim masih shalat dengan menggunakan aturan Islam, mengerjakan puasa dengan aturan Islam, beribadah haji dengan aturan Islam, menikah dengan aturan Islam, mengurus jenazah dengan aturan Islam. Tetapi, dalam urusan pemerintahan, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pidana mereka mencampakkan Islam. Sikap seperti ini jelas menggambarkan sikap menerima sebagian Islam dan menolak sebagian yang lain. Padahal Allah SWT telah memperingatkan kita terhadap perbuatan tersebut. Allah berfirman:</p>
<p>أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلاَّ خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ</p>
<p>Apakah kamu beriman kepada sebagian al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (TQS. Al-Baqarah [2]: 85)</p>
<p>Sikap mengambil sebagian dari Islam dan mencampakkan sebagian yang lain, juga merupakan sikap yang bertentangan dengan fitrah manusia. Sebab fitrah manusia membutuhkan Dzat yang Maha Kuasa, yaitu Allah SWT; karena manusia memang makhluk yang lemah dan terbatas. Membutuhkan kepada sesuatu Yang Maha Kuasa, berarti juga membutuhkan hukum dan aturan-aturan yang berasal dari-Nya. Jadi, ketika manusia mencampakkan aturan-aturan Allah, maka dia telah menyimpang dari fitrahnya, dan inilah yang menjadi sumber bencana baginya. </p>
<p>Allahu Akbar (3x), wa lillahil hamd </p>
<p>Karena itu, Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…, Jika dengan menjalankan puasa Ramadhan, kaum Muslim ingin kembali pada fitrahnya; semestinya, kembali kepada fitrah ini juga harus dipahami dengan kembali kepada hukum dan aturan-aturan Allah dalam mengatur seluruh aspek kehidupan mereka. Dengan kata lain, kembali kepada fitrah adalah kembali kepada syariah Allah, yaitu syariah Islam, untuk mengatur seluruh aspek kehidupan kita. Inilah fitrah manusia yang seutuhnya, dan inilah kunci kemenangan umat Islam. </p>
<p>Ingatlah, bahwa kemenangan demi kemenangan yang berhasil diraih Rasulullah Saw dan para shahabatnya, serta para khalifah sesudahnya, adalah karena mereka menerapkan Islam secara kaffah dalam kehidupan mereka. Ini pulalah yang menjadikan generasi Islam terdahulu mampu membangun kekuatan “super power”, Negara Khilafah, yang disegani kawan dan ditakuti lawan. Negara Khilafah inilah yang mampu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup rakyatnya, baik Muslim maupun Non-Muslim. Yang mampu melahirkan para pejuang Islam yang tangguh dalam mengemban misi-misi pembebasan di berbagai negeri. Yang mampu menumbuh-suburkan perkembangan sains dan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia. Yang mampu menjadikan negeri Islam sebagai kiblat perkembangan sains dan teknologi, di saat bangsa Eropa masih tenggelam dalam kebodohan dan keterbelakangan. </p>
<p>Negara Khilafah ini pulalah yang ketika itu mampu membebaskan Andalusia dan Konstantinopel. Yang mampu menjaga persatuan dan kesatuan negeri-negeri Islam. Yang mampu merebut dan mempertahankan negeri Palestina dari tangan-tangan kotor tentara Salib. Yang mampu menjaga dan melindungani rakyatnya dari ancaman musuh-musuh yang akan membinasakan mereka. Yang mampu memaksa Amerika untuk membayar pajak tahunan dan menandatangani perjanjian yang tidak menggunakan bahasa mereka, melainkan dengan bahasa (Arab), bahasa Negara Khilafah. </p>
<p>Inilah kondisi kaum Muslim ketika mereka menerapkan Islam secara kaffah dalam kehidupan mereka. Kondisi ini jelas berbeda dan bertolak belakang dengan kondisi kaum Muslim saat ini, ketika mereka mencampakkan Islam; atau ketika mereka hidup tidak lagi sejalan dengan fitrahnya. Berbagai krisis pun menimpa mereka, sehingga kehidupan mereka pun terpuruk. Jika demikian halnya, masihkah ada peluang dan harapan untuk mengatasi keterpurukan kaum Muslim saat ini?</p>
<p>Allahu Akbar 3x Walillahil Hamd</p>
<p>Hadirin jamaah shalat ‘Idul Fitri yang dirahmati Allah SWT</p>
<p>Secara global, peradaban Barat dengan Kapitalisme dan imperialismenya telah menciptakan tatanan dunia yang timpang, zalim, dan merusak. Mereka bicara tentang penentuan nasib sendiri dan demokrasi, tetapi mereka mendukung para diktator dan tiran di seluruh dunia Islam. Mereka bicara tentang supremasi hukum dan perdamaian Timur Tengah, realitasnya mereka menjajah, membunuh, menjarah, menduduki tanah-tanah kaum Muslim. Lihatlah betapa 650.000 jiwa mati di Irak dan ratusan ribu lainnya di Afghanistan. Mereka bicara tentang keringanan hutang, tapi nyatanya mereka menjerat negeri-negeri Muslim melalui IMF dan Bank Dunia. Mereka bicara tentang pemberantasan korupsi, tetapi mereka sendiri menyogok ratusan juta dolar kepada para penguasa negeri Muslim untuk mendapatkan kontrak dagang. Mereka bicara tentang HAM, tetapi lihatlah realitasnya di Guantanamo Bay dan Abu Ghraib. Itu adalah bukti-bukti kezaliman yang telah diciptakan Barat.</p>
<p>Oleh sebab itu, kita membutuhkan Khilafah. Khilafah berarti penegakkan hukum syariah Islam di tengah kehidupan dan mencampakkan hukum kufur. Khilafah berarti penyatuan negeri-negeri kaum Muslim di bawah kepemimpinan seorang Khalifah. Tegaknya Khilafah berarti berakhirnya perpecahan umat Islam yang memang sengaja diciptakan oleh orang-orang Kafir dan antek-antek mereka. Tegaknya Khilafah berarti mengembalikan ikatan ukhuwah Islamiyah berdasarkan akidah Islam, sesuai dengan firman Allah SWT. ”Sesungguhnya orang-orang mu’min itu bersaudara…” (TQS. 49: 10) dan hadits Rasulullah saw. ”Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain”. Ikatan inilah yang menggantikan ikatan jahiliyah yang berdasarkan Patriotisme, Nasionalisme, Sekteranisme dan yang lainnya, yang telah memecah belah umat Islam. Tegaknya Khilafah berarti kembalinya umat Islam mendapatkan kekuasaan yang telah dirampas. Ini berarti pembebasan dari sikap menghamba dan membebek pada Barat Kapitalis dalam seluruh aspek, baik politik, sosial, ekonomi, pemikiran, militer, dan lain-lain. Khilafah berarti pembebasan negeri-negeri Muslim yang dicaplok seperti Irak, Afghanistan, Timor Timur, dan lainnya. Ini juga berarti militer asing agresor, yang telah menumpahkan darah kaum Muslim yang menyebabkan kita hancur, harus hengkang dari negeri-negeri kaum Muslim. Tegaknya Khilafah berarti merealisasikan keamanan industri melalui strategi politik pembangunan dan pengembangan industri berat untuk memproduksi berbagai peralatan, mesin pabrik dan persenjataan. Tegaknya Khilafah berarti kita berhenti mengekor dan mengemis-ngemis di depan pintu negara Barat. Tegaknya Khilafah berarti pemberdayaan sumber daya umat yang sangat besar melalui politik pendidikan yang bertujuan membuka ruang dan kesempatan bagi semua orang. Dengan itu, mereka dapat menjadi manusia yang kreatif, inovatif, dan produktif untuk kepentingan umat. Tegaknya Khilafah berarti mengembalikan kekuasaan umat atas seluruh kekayaannya, sehingga umat menjadi pemilik murni atas kekayaan alamnya. Khilafah berarti terputusnya cengkraman negara Kapitalis yang selama ini merampok harta kekayaan umat.</p>
<p>Hadirin jamaah Rahimakumullah</p>
<p>Allah SWT. berfirman dalam Al-Quran,</p>
<p>ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا الْعِيرُ إِنَّكُمْ لَسَارِقُونَ. قَالُوا وَأَقْبَلُوا عَلَيْهِمْ مَاذَا تَفْقِدُونَ. قَالُوا نَفْقِدُ صُوَاعَ الْمَلِكِ وَلِمَنْ جَاءَ بِهِ حِمْلُ بَعِيرٍ وَأَنَا بِهِ زَعِيمٌ</p>
<p>“Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, ’Hai Kafilah, sesungguhnya Kamu adalah orang-orang yang mencuri. Mereka menjawab sambil menghadap kepada penyeru-penyeru itu, ’ Barang apa yang hilang daripada Kamu ?’ Penyeru-penyeru itu berkata, ‘Kami kehilangan piala raja dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta dan akan menjamin terhadapnya.’” (TQS. Yusuf : 70-72)</p>
<p>Sudah menjadi hal yang lumrah, jika seseorang kehilangan sesuatu, ia tidak akan ragu memberitahukan semua hal yang berkaitan dengan sesuatu yang hilang itu. Jadi, kita perlu berteriak hari ini di depan semua penguasa dunia Islam sambil berkata, ”Wahai para Raja, Presiden, Amir dan Sultan! Kami telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga! Jika mereka bertanya tentang apa yang hilang, kita akan menjawab dengan jelas dan lantang, bahwa Khilafah kita telah hilang. Kita kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Kita telah kehilangan sejak runtuhnya kekhilafahan Islam Turki Utsmani sekitar delapan puluh enam tahun yang lalu. Kita kehilangan sesuatu yang luar biasa, dan di luar bayangan kita. </p>
<p>Kami percaya, bahwa itu akan berguna bagi kaum Muslim agar mereka tahu bahwa diri mereka telah kehilangan, sehingga mendorong diri mereka untuk berusaha secara langsung bersama orang-orang yang bersungguh-sungguh berjuang mengembalikan Khilafah dan memulai jalan hidup Islam.</p>
<p>Hadirin jamaah shalat ’Idul Fitri Rahimakumullah</p>
<p>Ketahuilah, dengan lenyapnya Khilafah, maka kita, kaum Muslim di seluruh dunia telah kehilangan hal-hal berikut:</p>
<p>1. Kehilangan keridhaan Allah SWT. Sebab, keridhaan Allah SWT hanya dapat dicapai dengan mengikuti seluruh hukum dan aturan-Nya dengan penuh ketaatan sebagaimana dipraktekan oleh Rasulullah saw. Ketiadaan institusi penerapan hukum syariah telah menyebabkan hidup kita tidak berkah, bahkan diliputi berbagai problematika kehidupan yang sangat menyesakkan dada.</p>
<p>2. Kehilangan pemimpin hakiki. Saat ini kita tidak memiliki Imam, Khalifah, atau Amirul Mukminin yang memimpin kesatuan umat ini. Padahal, baiat kepada khalifah merupakan suatu yang amat vital bagi setiap muslim. Keberadaan khalifah sangat menentukan hidup-matinya kaum Muslim; mulia atau terhinanya kaum Muslim; berdosa atau tidaknya kaum Muslim. Bahkan Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa yang mati sedangkan di pundaknya tidak ada baiat, maka matinya jahiliyah.” Kami ingin saudara sekalian membayangkan betapa besar dosa kita sejak runtuhnya Khilafah Ustmani tahun 1924 yang merupakan Khilafah terakhir. Akhirnya secara spontan banyak yang hilang ketika kaum Muslim kehilangan legitimasi kepemimpinan ini dan kehilangan jati dirinya yang lain bagaikan bola salju. </p>
<p>3. Kehilangan rasa aman dan jaminan keamanan. Hal ini menyebabkan kita umat muslim diliputi perasaan ketakutan setiap saat. Tiada hari tanpa penistaan, tiada hari tanpa pembunuhan, tiada hari tanpa peperangan yang selalu dikobarkan, tiada hari tanpa diliputi perasaan mencekam akibat dari teror yang dilakukan oleh musuh-musuh umat Islam.</p>
<p>4. Kehilangan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang sangat penting bagi pembentukan kepribadian Islam. Hal ini berdampak pada tingginya kebodohan, buta huruf, kemiskinan dan kepribadian yang goyah. Kini umat menjadi bangsa yang terbelakang, menjadi bangsa yang selalu mengekor peradaban Barat. Umat tidak memiliki kemandirian dan selalu dipecah belah dan diceraiberaikan oleh musuh-musuh Islam.</p>
<p>5. Kehilangan kekuatan dan jihad yang menyebabkan kelemahan dan kekalahan.</p>
<p>6. Kehilangan kekayaan yang menyebabkan kemiskinan umat. Semua itu akibat penghisapan yang dilakukan Barat melalui ideologi kapitalismenya. Kita umat Islam merupakan umat yang Allah anugerahi kekayaan alam yang melimpah ruah, tetapi kehidupan umat saat ini miskin, menderita, kelaparan karena kekayaan kita dijarah oleh orang-orang kafir secara sistematis.</p>
<p>7. Kehilangan pencerahan dan pedoman yang benar, yang menyebabkan kaum Muslim berada dalam kegelapan dan pedoman hidup yang salah. </p>
<p>8. Kehilangan kehormatan dan martabat, yang menyebabkan kaum Muslim berada dalam penghinaan. </p>
<p>9. Kehilangan kedaulatan, yang menyebabkan kaum Muslim tergantung pada keputusan politik negara-negara penjajah kafir barat dan timur. </p>
<p>10. Kehilangan keadilan, yang menyebabkan kaum Muslim berada dalam penindasan dan ketidakadilan. </p>
<p>11. Kehilangan keimanan dan keikhlasan, yang menyebabkan banyak terjadi pengkhianatan. </p>
<p>12. Kehilangan sikap dan moral yang terpuji, yang menyebabkan banyaknya kejahatan dan sikap yang tercela. </p>
<p>13. Kehilangan negeri-negeri Islam dan tempat tinggal umat, tidak hanya Palestina tetapi juga Andalusia (sekarang yang disebut Portugal dan Spanyol), wilayah yang luas di Asia Tengah dan Timur Jauh, Kosovo, Bosnia, Kashmir dan yang lainnya, yang menyebabkan jutaan imigran, gelombang pengungsi dan pendeportasian. </p>
<p>14. Kehilangan tempat suci, yang mengakibatkan kaum Muslim dilarang shalat di Masjid Al-Aqsa selama 50 tahun sampai saat ini. Kami juga menyesalkan untuk mengatakannya pada saudara bahwa dua masjid lainnya pun, yaitu Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Nabawi, tidak di dalam kondisi yang diinginkan. </p>
<p>15. Kehilangan persatuan, kesatuan, dan integritas, yang menyebabkan kaum Muslim terpecah negeri mereka menjadi 57 bagian secara tidak sah. AS dan sekutunya tengah bekerja keras menciptakan bagian ke 58 di Palestina, dan ke 59 di gurun Afrika Barat. </p>
<p>Allahu Akbar 3x, Hadirin rahimakumullah: </p>
<p>Itulah kehilangan terbesar yang harus disampaikan kepada umat, bahwa semua telah lenyap dari tangan kita. Kita telah banyak mengalami kehilangan yang pada ujungnya kehilangan harga diri dan jati diri sebagai umat yang terbaik, sebagaimana yang Allah nyatakan dalam Al-Quran.</p>
<p>Tentu kita ingat tentang kisah Nabi Yusuf ketika ditawari oleh Raja Mesir hadiah yang sangat besar berkenaan dengan hilangnya bejana emas raja. Hadiahnya adalah seberat beban unta bagi siapa saja yang dapat mengembalikan bejana emas tersebut. Hari ini, umat Islam telah kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga dan jauh lebih besar lagi dari sekadar kehilangan bejana emas raja Mesir tersebut. Hadiah yang ditawarkan kepada kita agar mengembalikannya tentu lebih besar lagi dari sekadar pemberian Raja Mesir itu. Hal ini sebagaimana dikatakan Rasulullah saw. ketika utusan suku ‘Aus dan Khajzraj bertanya pada saat Bai’at Aqabah kedua, ”Apa imbalannya bagi Kita jika Kami mengabulkan janji untuk mendukung dan melindungi Anda dan pengikut Anda (sahabat)? Beliau berkata, “Surga.” Mereka menjawab, “Ulurkan tanganmu pada Kami untuk membuat kesepakatan. Kami akan melewati kesepakatan kita dan Kami tidak akan mundur.”</p>
<p>Karena itu, siapa saja yang berjuang untuk mengembalikan apa-apa yang telah hilang dari umat ini, melalui perjuangan penegakkan syariah dan Khilafah, tentu Alah akan meberikan imbalan yang amat besar, yaitu kemuliaan di Dunia dan Akhirat.</p>
<p>Allahu Akbar (3x), wa lillahil hamd </p>
<p>Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Kita adalah umat terbaik, sekali lagi umat terbaik, yang dilahirkan untuk seluruh umat manusia. Kita adalah pengikut Rasulullah Saw, Nabi terakhir dan pemimpin para Rasul. Nenek moyang kita adalah para Khulafa’ Ar-Rasyidin, para panglima Mujahidin. Selama Islam yang saudara emban dan saudara perjuangkan, pasti Allah SWT akan menolong kita. Allah berjanji menolong siapa saja yang menolong-Nya, dan janji Allah pasti benar. Bukan hanya untuk para Nabi, tetapi juga untuk orang-orang Mukmin. Semua ini tidak hanya berlaku di Akhirat, dengan kesaksian, ridha, dan surga-Nya; tetapi juga berlaku di Dunia, di mana kemenangan, keberhasilan, dan kebangkitan umat ini benar-benar akan terwujud kembali. Allah SWT berfirman:</p>
<p>إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ ءَامَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأَشْهَادُ</p>
<p>Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat). (TQS. Ghafir [40]: 51) </p>
<p>Akhirnya, di hari yang mulia ini, setelah sebulan penuh kita membangun dan meningkatkan ketakwaan kita selama Ramadhan, yang penuh rahmah dan maghfirah, kami menyerukan kepada seluruh umat Islam, para pimpinan ormas, orpol, ulama, wakil rakyat, wartawan, anggota TNI/Polri, pejabat pemerintah, cendekiawan, usahawan dan serikat-serikat pekerja, serta para pemuda dan mahasiswa, untuk secara sungguh-sungguh mengamalkan syariah Islam dan berjuang bersama bagi tegaknya Khilafah dan syariah secara kaffah, dan menempatkan perjuangan penegakan syariah sebagai agenda utama kaum Muslim. Sesungguhnya, penerapan syariah dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat dan bernegara, merupakan kewajiban setiap Muslim, sekaligus merupakan wujud keberhasilan kita dalam meraih ketakwaan. </p>
<p>Semoga Allah SWT memberi kita kesabaran dan kekompakan, serta memungkinkan saudara untuk memainkan peran yang penting dalam menegakkan dan memperjuangkan datangnya negara Khilafah. Allah SWT berfirman:</p>
<p>فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ</p>
<p>“Maka Allah adalah sebaik-baiknya penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang” (TQS Yusuf: 64])</p>
<p>Allahu Akbar 3x Walillahil Hamd:</p>
<p>Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Semoga Allah SWT memberikan kepada kita kekuatan iman dan semangat untuk menjalankan hukum-hukum Allah SWT. Serta mengelompokkan kita dalam golongan pejuang-pejuang Islam, yang berupaya mewujudkan Khilafah, yang mengikuti manhaj (metode) Nabi Saw. Marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima di sisi Allah SWT, dan kita berhasil meraih derajat takwa.</p>
<p>اَللّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعَا إِلَى اللهِ بِدَعْوَةِ اْلإِسْلاَمِ وَمَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّةِ رَسُوْلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحسْاَنٍ اِلى يَوْمِ الدِّيْنِ</p>
<p>أَللّهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا، أَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ </p>
<p>اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِاْلإيْماَنِ كاَمِلِيْنَ وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ وَلِلدَّعْوَةِ حَامِلِيْنَ وَبِاْلإِسْلاَمِ مُتَمَسِّكِيْنَ وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ وَفِي اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ وَلِلنِّعَمِ شاَكِرِيْنَ وَعَلَى اْلبَلاَءِ صاَبِرِيْنَ.</p>
<p>اَللَّهُمَّ اجْعَلْ بِلاَدَنَا هَذَا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ سَخَاءً رَخاَءً، اَللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَناَ سُوْأً فَاَشْغِلْهُ فِي نَفْسِهِ وَمَنْ كَادَنَا فَكِدْهُ وَاجْعَلْ تَدْمِيْرَهُ فِي تَدْبِيْرِهُ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ فِيْ ضَمَانِكَ وَأَمَانِكَ وَبِرِّكَ وَاِحْسَانِكَ وَاحْرُسْ بِعَيْنِكَ الَّتِيْ لاَ تَناَمُ وَاحْفَظْناَ بِرُكْنِكَ الَّذِيْ لاَ يُرَامُ.</p>
<p>اَللّهُمَّ يَا مُنْـزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ الْحِساَبِ وَمُحْزِمَ اْلأَحْزَابِ اِهْزِمِ اْليَهُوْدَ وَاَعْوَانَهُمْ والَصَلِّيْبِيِّيْنَ الظَّالِمِيْنَ وَاَنْصَارَهُمْ وَالرَّأْسُمَالِيِّيْنَ وَاِخْوَانَهُمْ وَ اْلإِشْتِرَاكَيِّيْنَ وَالشُيُوْعِيِّيْنَ وَاَشْيَاعَهُمْ</p>
<p>وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ تَحْرِيْرَ بِلاَدِ فَلَسْطِيْنِ وَاْلأَقْصَى، وَالْعِرَاقِ، وَ الشَّيْشَانَ، وَ أَفْغَانِسْتَانَ، وَسَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ نُفُوْذِ الْكُفَّارِ الْغَاصِبِيْنَ وَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ. </p>
<p>اَللَّهُمَّ ارْحَمْ اُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَحْمَةً عَامَّةً تُنْجِيْهِمْ بِهَا النَّارَ وَتُدْخِلْهُمْ بِهَا الْجَنَّةَ. اَللَّهُمَّ اَيُّمَا عَبْدٍ اَوْ أَمَةٍ مِنْ اُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ يُحِبُّنَا وَيَدْعُوْ لَنَا فَثَقِّلْ مِيْزَانَهُ وَحَقِّقْ اِيْمَانَهُ وَاجْعَلْهُ فِي الْجَنَّةِ الْفِرْدَوْسِ اْلاَعْلَى. وَاَيُّمَا عَبْدٍ اَوْ اَمَةٍ مِنْ اُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَلَى خَطَأِ وَهُوَ يَظُنُّ اَنَّهُ عَلىَ الْحَقِّ فَرُدَّهُ اِلَى الْحَقِّ رُدًّا جَمِيْلاً. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا ِلإِخْوَانِناَ الْمُسْلِمِيْنَ حَيِّنِيْنَ لَيِّنِيْنَ سَهِّلِيْنَ حَبِيْبِيْنَ قَرِيْبِيْنَ. وَنَسْأَلُكَ اَنْ تَجْعَلَناَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُيَسِّرِيْنَ وَلاَ تَجْعَلَناَ مُعَسِّرِيْنَ وَمُنَفِّرِيْنَ.</p>
<p>اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ الْكَرِيْمَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا وَنُوْرَ اَبْصَارِنَا وَذَهَابَ أَحْزَانِنَا وَجَلأََ هُمُوْمِنَا، اَللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا وَذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِيْنَا وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَ أَطْرَافَ النَّهَارِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَحِلُّوْنَ حَلاَلَهُ وَيُحَرِّمُوْنَ حَرَامَهُ وَيَتْلُوْنَ حَقَّ تِلاَوَتِهِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ هَادِيًا لَنَا فِي حَيَاتِنَا وَمُؤْنِسًا لَنَا فِي قُبُوْرِنَا وَحُجَجًا لَنَا مِنَ النَّارِ وَقَائِدًا لَنَا اِلَى الْجَنَّةِ</p>
<p>اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَ التُّقَى وَ الْعَفَافَ وَالْغِنَى نَاتِجَةً مِنْ صِيَامِنَا وَ اجْعَلْهُ شَافِعًا لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِإِذْنِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p>اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةِ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ تُعِزُّ بِهَا اْلإِسْلاَمَ وَاَهْلَهُ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَاَهْلَهُ، وَ اجْعَلْناَ مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ بِإِقَامَتِهَا</p>
<p>رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّا مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا دُعَائَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا، اَللَّهُمَّ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ</p>
<p>رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَاِفِرِيْنَ</p>
<p>رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، كُلُ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ</p>
<p>اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ </p>
<p>والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khutbah.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khutbah.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khutbah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khutbah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khutbah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khutbah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khutbah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khutbah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khutbah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khutbah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khutbah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khutbah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khutbah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khutbah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khutbah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khutbah.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=11&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khutbah.wordpress.com/2007/10/09/menuju-kesatuan-kembali-kepada-syariat-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e8d1a93a81a4449d5a2ae0f334d8c51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah zacky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Fitnah datang Menghadang</title>
		<link>http://khutbah.wordpress.com/2007/09/19/bila-fitnah-datang-menghadang/</link>
		<comments>http://khutbah.wordpress.com/2007/09/19/bila-fitnah-datang-menghadang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2007 03:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abah Zacky as-Samarani</dc:creator>
				<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khutbah.wordpress.com/2007/09/19/bila-fitnah-datang-menghadang/</guid>
		<description><![CDATA[Jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah, Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib menyeru kepada diri pribadi dan jama’ah pada umumnya, untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Alloh serta menjaga hati, mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepada kita, baik yang kita rasakan ataupun tidak. Mengenai nikmat ini, banyak sekali disebutkan dalam a-Qur’an, di antaranya: يَمُنّوْنَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا، [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=10&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah, </p>
<p>Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib menyeru kepada diri pribadi dan jama’ah pada umumnya, untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Alloh serta menjaga hati, mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepada kita, baik yang kita rasakan ataupun tidak. Mengenai nikmat ini, banyak sekali disebutkan dalam a-Qur’an, di antaranya: <span id="more-10"></span></p>
<p>يَمُنّوْنَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا، قُلْ لآ تَمُنّوا عَلَىّ إِسْلاَمَكُمْ، بَلِ اللهُ يَمُنّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدكُمْ لِلإِيْمَانِِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ </p>
<p>Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu tentang keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah kalian merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislaman kalian. Sebenarnya Alloh-lah yang melimpahkan nikmat kepada kalian dengan menunjukki kepada keimanan, jika kamu orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat: 17). </p>
<p>وَإِنْ تَعُدّوا نَعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا<br />
Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Alloh, niscaya kalian tak dapat menentukan jumlahnya. (QS Ibrahim: 34). </p>
<p>Dari sini kita tahu, betapa besar dan tak terkira nikmat Alloh yang dianugerahkan kepada hamba-Nya dalam bentuk keimanan, kesehatan, kecukupan, ketenangan, dan sebagainya. Tetapi perlu diingat bahwa kalimat terbesar yang dikaruniakan Alloh kepada hamba-Nya adalah diutusnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam </p>
<p>Diakui atau tidak, kedatangan beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam&#61472;membawa banyak perubahan struktural yang positif di berbagai aspek kehidupan. </p>
<p>Jama’ah yang dimuliakan Alloh,<br />
Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib akan membahas permasalahan pelik yang sedang dihadapi umat Isla saat ini yaitu seputar “fitnah”. </p>
<p>Sebagian ulama mengartikan fitnah dengan : </p>
<p>إدخال الذهب في النار لتظهر جورته من رداءته </p>
<p>Memasukan emas ke dalam tungku api untuk mengetahui kadar keaslian emas tersebut, sebagaimana yang telah dikemukakan ar-Raghib dalam Fathul Bari 14/491. </p>
<p>Ada juga yang berpendapat, fitnah adalah الإختبار artinya ujian, sebagaimana dikatakan Ibnul ‘Arabi, demikian juga dalam Lisanul Arab 13/317, Mu’jamul Wasith hal. 673. Tetapi yang dimaksud fitnah di sini adalah pendapat yang kedua, Allohu A’lam. </p>
<p>Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya agar senantiasa berhati-hati dan siap siaga menghadapi fitnah, mengingat begitu besar dan dahsyatnya fitnah. Beliau telah mengilustrasikan dalam hadits beliau: </p>
<p>عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم قال: بادروا بالأعمال فتنا كقطاع الليل المظلم يصبح الرجل مؤمنا ويمسي كافرا ويمسي مؤمنا ويصبح كافرا يبيع دينه بعرض من الدنيا. </p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berlomba-lombalah kalian dengan amalan (yang baik) sebelum datangnya potongan malam kelam, seorang laki-laki yang di pagi hari dalam keadaan mukmin tetapi di sore harinya menjadi kafir dan yang di sore hari mukmin tetapi di pagi harinya kafir, dia menjual agamanya dengan harga dunia yang tidak seberapa nilainya.” (HR. Muslim 118). </p>
<p>Nyatalah bagi kita dahsyatnya fitnah ini yang datang bagaikan kegelapan malam tanpa satupun cahaya menyinari, membuat orang kebingungan tidak tahu lagi kemana dia lari, dari pintu mana dia akan keluar dan terbebas darinya. </p>
<p>Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dengan jelas mengatakan seorang yang pagi harinya mukmin, di sore harinya menjadi kafir. Demikian juga di sore harinya menjadi mukmin tapi di pagi harinya kafir. Itu semua karena dia telah menjual agamanya dengan harga dunia yang tidak bernilai sama sekali (di hadapan Alloh). Dia menukar agamanya dengan mie instan. Dia rela menjual agamanya dengan jabatan yang tidak langgeng. Subhanallah …! Seakan-akan dien ini tidak berharga sama sekali, dalam satu hari seseorang dibuat murtad (keluar) dari agamanya. </p>
<p>Dalam riwayat lain disebutkan seorang laki-laki dari suatu kaum datang kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam&#61472;untuk mengingkari putusan beliau dalam masalah pembagian harta rampasan perang dari negeri Yaman. Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: </p>
<p>إن من ضئضء هذا قوما يقرؤون القرآن لا يجاوز حناجرهم يمرقون من الأسلام مروق السهم من الرمية يقتلون أهل الإسلام ويدعون أهل الأوثان </p>
<p>Sesungguhnya akan datang dari sulbi orang ini (keturunannya), suatu kaum yang membaca al-Qur’an tetapi tidak melewati tenggorokan. Mereka keluar dari Islam laksana anak panah keluar dari sasarannya. Mereka membunuh orang-orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. (HR. Bukhari 7432, 3344). </p>
<p>MACAM-MACAM FITNAH </p>
<p>Jama’ah yang dimuliakan Alloh, </p>
<p>Fitnah ada beberapa macam di antaranya: </p>
<p>1. Fitnah Yahudi dan Nashrani<br />
Fitnah yang dihembuskan musuh-musuh Alloh, Yahudi dan Nasrani, senantiasa ada di sepanjang zaman. Hal ini telah disinyalir dalam al-Qur’an, Alloh berfirman: </p>
<p>وَلَنْ تَرْضى عَنْكَ اْليَهُوْدُ وَلاَ النَصرى حَتّى تَتّبِعَ مَلّتَهُمْ<br />
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha hingga kalian mengikuti agama mereka. (QS. Al-Baqarah: 120) </p>
<p>Fitnah ini akan terus-menerus menguji kaum muslimin kapan saja dan di mana pun mereka berada. Tujuan mereka adalah menceburkan kaum muslimin dalam kubangan kehinaan, menjauhkan dari al-Qur’a dan as-Sunnah, serta menanamkan dalam benak kaum muslimin pemikiran-pemikiran dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. </p>
<p>Tidaklah mengherankan kalau sebagian kaum muslimin yang tidak berpijak di atas dasar (aqidah) yang kuat akan terombang-ambing oleh derasnya fitnah ini. Suatu contoh, kaum muslimin saat ini telah mengikuti langkah-langkah Yahudi yang dikemas dalam bentuk modernisasi. Salah satunya adalah fashion (gaya pemakaian) yang tidak senonoh. </p>
<p>Seakan-akan kita dipaksa mengikuti trend yang ada dengan dalih modernisasi. Sekali saja kita coba melawan arus, dengan berupaya tetap tegar di atas agama Alloh dengan mengenakan pakaian islami (pakaian yang menutup aurat), spontan kita akan dijuluki norak, kampungan, ketinggalan zaman dan sebagainya. </p>
<p>Sudah banyak orang Islam yang tidak memiliki pendirian menjadi korban, mereka terseret arus modernisasi buatan orang kafir. </p>
<p>Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, </p>
<p>لَتَتْبَِعُنّ سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلكُمْ شِبْرًا شِبْرَا وَذِرَاعًا ذِرَاعًا حَتّى لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبّ تَبِعْتَمُوهُمْ. قُلْنَا: يَارَسُوْلَ اللهِ الْيَهُوْدُ وَالنّصَارى؟ قَالَ : فَمَنْ؟<br />
Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, setapak demi setapak, sampai sekiranya mereka masuk pada lubang biawak pun pastilah kalian akan mengikuti mereka. Kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu dari golongan Yahudi dan Nasrani?” Rasulullah menjawab, “Kalu bukan mereka, siapa lagi?” (HR. Bukhari 7320, 3456) </p>
<p>Hadist ini memberikan gambaran, begitu rentannya kondisi kaum muslimin di akhir zaman. Umat Islam telah mengikuti langkah Yahudi dan Nasrani. Yang lebih tragis lagi, mereka menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai kiblat dalam segala aspek kehidupan. Subhanallah, kita berlindung kepada Alloh dari makar serta tipu daya musuh-musuh Alloh. </p>
<p>2. Fitnah Kebodohan &amp; Kemaksiatan </p>
<p>Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, </p>
<p>إنّ بين يدي الساعة لأيما ينزل فيها الجهل ويرفع فيها العلم ويكثر فيها الهرج<br />
Sesungguhnya mendekati datangnya hari kiamat benar-benar ada hari yang di dalamnya tumbuh kebodohan, diangkatnya ilmu, dan banyaknya pembunuhan. (HR. Bukhari 7063) </p>
<p>Faedah yang dapat kita ambil dari hadits di atas antara lain; Pertama, tatkala ilmu telah diangkat dengan diwafakannya para ulama. Dengan berkurangnya ulama itulah akan bermunculan orang-orang bodoh yang mengaku ulama. Kedua, sebagian ulama memberikan makna “al-haraj” pada hadits di atas dengan banyaknya pembunuhan, ikhtilath, fitnah di akhir zaman, banyaknya kedustaan, dan tiadanya perhatian serius terhadap suatu hal. (Fathul Bari, kitabul fitan hal. 511) </p>
<p>3. Fitnah diabaikannya amanah </p>
<p>Orang yang memiliki akal sehat tentu tidak akan mengingkari pentingnya sebuah amanah.<br />
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkhabarkan, </p>
<p>سَيَأتِي عَلَى النّاسِ سَنَوَاتً خَدّاعَاتً يُصَدّقُ فَيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذّبُ فَيْهَا الصّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فَيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوّنُ فِيْهَا الأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فَيْهَا الرُوَيْبِِضَةُ. قَيْل: وَمَا الرُوَيْبِضَةُ؟ قَالَ : الرّجُلُ التَافِهُ يَتَكَلّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَةِ. </p>
<p>Akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan, dibenarkan orang yang berdusta dan didustakan orang yang jujur, dipercaya orang yang khianat dan dikhianati orang yang amanah, serta orang-orang “ruwaibidhah” telah berani angkat suara. Ditanyakan (kepada Rasulullah), “Siapakah ruwaibidhah itu?”Beliau menjawab, “Orang yang tidak tahu apa-apa tetapi berani berbicara masalah umat.” (HR. Ibnu Majah 4042, disahihkan al-Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah 1887) </p>
<p>عن أبي هريرة رضي الله عنه : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم إِذَا ضُيّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السّاعَةَ. قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُوْلُ اللهِ؟ قَالَ: إِِذَا أُسْنِدَ اْلأَمْرُ إَلَى غَيْرِ أَهْلِهَا فَانْتَظِرِ السّاعَةَ </p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika amanah telah disia-siakan meka tunggulah hari kiamat. Abu Hurairah bertanya, “Bagaimana (bentuk) menyia-nyiakan amanah?” Beliau menjawab, “Jika suatu perkara diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya.” (HR. Bukhari 6496, 59) </p>
<p>Cukuplah bagi kita dua hadits di atas untuk mengetahui bagaimana fitnah dalam bentuk amanah ini telah disia-siakan begitu saja. Dan masih banyak lagi fitnah yang belum kami sebutkan mengingat terbatasnya waktu. Kita memohon kepada Alloh agar dijadikan hamba-hamba yang dapat memikul serta mengemban amanah ini dengan baik. Amiin. </p>
<p>Khutbah Kedua </p>
<p>Jama’ah yang dimuliakan Alloh,<br />
Setelah kita sebutkan pada khutbah pertama, dahsyatnya fitnah yang menerpa kaum muslimin, pada khutbah kedua ini akan kita paparkan beberapa solusi atas masalah tersebut, di antaranya: </p>
<p>1.Kembali menelaah serta mempelajari agama kta, yang sudah banyak dilupakan orang. </p>
<p>Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br />
عن ابن عمر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِاْلعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ بِالزّرْعِ وَتَرَكُمُ الْجِهَادَ سَلّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلاّ لاَيَنْزِعُهُ حَتّى تَرْجِعُوْا إِلَى دِيْنِكُمْ<br />
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Jika kalian telah melakukan jual beli sistim ‘ienah (salah satu jual beli riba), kalian disibukkan oleh ternak dan ladang kalian, serta kalian telah meninggalkan jihad, maka Alloh akan timpakan pada kalian suatu kehinaan. Dan Alloh tidak akan mencabut kehinaan itu hingga kalian kembali ke agama kalian”. (HR. Abu Dawud 3458 dan dishahihkan al-Albani dalam silsilah Ahadits Shahihah 11). </p>
<p>2. Berpegang kepada jama’ah kaum muslimin, sebagaimana dikemukakan dalam potongan hadits Hudzaifah bin al-Yaman radhiallahu ‘anhu: </p>
<p>قلت : فما تأمرني إنّ أدركني ذلك؟ قال: تلزم جماعة المسلمين وإمامهم. قلت: فإن لم يكن لكم جماعة ولا إمام؟ قال: فاعتزلي تلك الفراق كلّها ولو تعضّ بأصل شجرة حتّى يدركك الموت وأنت على ذلك<br />
Saya (Hudzaifah) berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan jika aku mendapati kekeruhan tersebut?” Beliau berkata, “Pegang erat-erat jama’ah kaum muslimin dari kepemimpinan mereka.” Saya berkata, “Bagaimana jika mereka tidak memiliki jama’ah dan kepemimpinan?” Beliau berkata, “Tinggalkan seluruh kelompok yang ada walaupun engkau akan menggigit akar pohon sampai kematian datang menjemputmu dan kamu tetap di atas itu.” (HR. Muslim 1847) </p>
<p>Nyatalah bagi kita, wahai jama’ah kaum muslimin, hanya dengan kembali kepada agama Alloh –dengan menaati perintah Alloh, mengikuti sunnah Nabinya, serta berpegang kepada jama’ah kaum muslimin- insya Alloh, kita akan selamat dari fitnah ini. Dan akhirnya, marilah kita memohon kepada Alloh agar diberi kekuatan menjalankan agama Alloh dan diselamatkan dari gelombang fitnah ini. Amiin ya Rabbal ‘aalamin. </p>
<p>Sumber: Majalah Al-Fuqon, Pebruari 2006 M</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khutbah.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khutbah.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khutbah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khutbah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khutbah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khutbah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khutbah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khutbah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khutbah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khutbah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khutbah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khutbah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khutbah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khutbah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khutbah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khutbah.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=10&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khutbah.wordpress.com/2007/09/19/bila-fitnah-datang-menghadang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e8d1a93a81a4449d5a2ae0f334d8c51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah zacky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengemis Bukan Tradisi Islam</title>
		<link>http://khutbah.wordpress.com/2007/09/15/mengemis-bukan-tradisi-islam/</link>
		<comments>http://khutbah.wordpress.com/2007/09/15/mengemis-bukan-tradisi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Sep 2007 02:56:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abah Zacky as-Samarani</dc:creator>
				<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khutbah.wordpress.com/2007/09/15/mengemis-bukan-tradisi-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M. Rusydi Saudara-saudara kaum muslimin, jamaah jum&#8217;ah yang berbahagia! Sudah sering kita melihat antrian peminta-minta baik yang datang kerumah-rumah, di tengah jalan ataupun yang sudah punya jadwal mingguan tersendiri yaitu pada hari jum&#8217;ah, tatkala para jamaah bubar dan selesai melaksanakan shalat jum&#8217;ah mereka berbondong-bondong mencegat setiap orang untuk dimintai sedekah dan anehnya hal ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=9&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: M. Rusydi</p>
<p>Saudara-saudara kaum muslimin, jamaah jum&#8217;ah yang berbahagia!</p>
<p>Sudah sering kita melihat antrian peminta-minta baik yang datang kerumah-rumah, di tengah jalan ataupun yang sudah punya jadwal mingguan tersendiri yaitu pada hari jum&#8217;ah, tatkala para jamaah bubar dan selesai melaksanakan shalat jum&#8217;ah mereka berbondong-bondong mencegat setiap orang untuk dimintai sedekah dan anehnya hal ini bukan suatu yang tabu lagi bagi kalangan ummat Islam, Mungkin karena selalu mendapat santunan yang sudah dapat menutupi sebagian kebutuhan hidup mereka ditambah mudahnya pekerjaan ini didapatkan sehingga profesi sebagai pengemis ini pun menjamur dimana-mana bahkan menjadi sumber mata pencaharian hidup.<span id="more-9"></span></p>
<p>Yang sering menimbulkan salah faham adalah adanya ungkapan: &#8216;Jangan memberi sedekah kepada peminta-minta!&#8217;‌, kenapa kita dilarang memberikan sedekah kepada mereka?, padahal agama selalu menganjurkan untuk selalu memberi sedekah, bahkan Allah telah menggambarkan betapa besarnya pahala bagi orang yang suka bersedekah. Sebagaimana firmanNya yang berbunyi.</p>
<p>Artinya: &#8220;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui&#8221;. (Al-Baqarah: 261)</p>
<p><strong>Islam mencela pengangguran dan peminta-minta</strong><br />
Agama Islam yang bersifat universal tidak saja berbicara masalah ritual dan spiritual tapi juga menyoroti segala permasalahan sosial yang selalu dihadapi ummat manusia. Salah satunya adalah masalah pengangguran dan peminta-minta yang sangat dicela oleh Islam, sebab hal ini merugikan masyarakat.</p>
<p>Pertama, pengangguran dan peminta-minta menyebabkan tenaga manusia bersifat konsumtif, tidak produktif akibatnya mereka menjadi beban masyarakat.</p>
<p>Kedua, pengangguran dan peminta-minta adalah sumber kemiskinan, sedangkan kemiskinan merupakan bumi yang subur bagi tumbuh dan berjangkitnya berbagai macam kejahatan.</p>
<p>Karena itulah Islam sangat menentang pengangguran dan mencela orang-orang yang tidak mau bekerja padahal sebenarnya mereka mampu bekerja.</p>
<p><strong>Memberantas kemiskinan</strong><br />
Islam yang datang sebagai pembebas bagi seluruh ummat manusia selalu menganjurkan bagi setiap pengikutnya untuk memberikan sedekah, bahkan sedekah dengan predikat zakatpun sudah menjadi kewajiban. Dan Islam sendiri mempunyai tujuan tertentu dalam bidang harta dintaranya adalah memberantas kemiskinan secara bertahap, melarang hidup dalam kehinaan serta mendistribusikan keadilan secara merata.</p>
<p><strong>Bukan Tradisi Islam</strong><br />
Islam mengajarkan kita untuk selalu bersedekah dan memberikan pertolongan kepada orang yang memerlukan tetapi Islam tidak mengajarkan pengikutnya menjadi peminta-minta atau pengemis, bahkan Rasulullah sendiri pernah menjelaskan bahwa orang yang membawa tambang pergi kegunung mencari kayu lalu dijual untuk makan dan bersedekah lebih baik dari pada meminta-minta kepada orang, sebagaimana sabdanya yang berbunyi:</p>
<p>Artinya: &#8220;Demi jiwaku yang berada di tanganNya sungguh seseorang yang mengambil tali di antara kalian kemudian dia gunakan untuk mengangkat kayu di atas punggungnya lebih baik baginya daripada ia mendatangi orang kemudian ia meminta-minta kepadanya yang terkadang ia diberi dan terkadang ia tidak diberi olehnya&#8221;. (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Dan beliau juga memberikan uswah kepada kita agar jangan meminta pertolongan selama kita masih mampu untuk mengerjakannya.</p>
<p>Bukan berarti kita ingin menghindari kewajiban kita sebagai muslim dan sebagai makhluk sosial, yang walau bagaimanapun diantara mereka yang meminta-minta tersebut memang pantas mendapatkan sedekah, tetapi kita hanya berhati-hati agar jangan sampai terjerumus dan terjebak pada orang-orang yang hanya menggunakan pekerjaan mengemis sebagai topeng dan menampak luaskan kemiskinan dan terlebih lagi yang kita takutkan adanya anggapan bahwa Islam adalah agama bagi orang miskin dan terbelakang.</p>
<p>Oleh karenanya hendaklah para da&#8217;i atau pendakwah Islam tidak hanya membatasi dakwahnya dalam masalah ritual dan spiritual belaka, karena Islam tidak hanya terbatas pada hubungan vertikal antara Tuhan dan manusia tapi Islam juga mengajarkan hubungan horisontal yaitu hubungan antara manusia, sehingga jika sistem keseimbangan yang diajarkan ini benar-benar diterapkan akan dapat menciptakan masyarakat yang baik atau baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Dari keterangan-keterang an ini jelaslah saudara-saudara! , bahwa Islam sangat mencela orang yang tak mau berusaha dan hanya bisa meminta-minta, apalagi dengan berdalih bahwa pekerjaan mengemis kepengemisan dan kemiskinan itu sudah ditakdirkan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala . Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda:</p>
<p>Artinya: &#8220;Sekiranya kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, tentu Allah memberi rizki kepadamu, seperti halnya Allah memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar, tetapi pulang dalam keadaan kenyang&#8221;. (HR. , Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah shahih dan Al-Hakim dari Umat)</p>
<p>Kemudian bagi orang-orang kaya jangan hanya bisa menumpuk harta dan berfoya-foya tanpa peduli bahwa di dalam harta mereka terdapat hak peminta-minta dan orang yang hidup di dalam kekurangan, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh surah Adz-Dzariyat ayat 19 yang berbunyi:</p>
<p>Artinya: &#8220;Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian&#8221;. (Adz-Dzariyat: 19).</p>
<p>Bahkan kalau kita telaah kembali beberapa ayat Al-Qurâ€™an yang turun di Mekkah sangat mengecam arogansi orang-orang kaya Mekkah yang tidak perduli terhadap fakir, miskin, dan anak-anak yatim. Allah menegaskan dalam firmanNya:</p>
<p>Artinya: &#8220;Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin&#8221;. (Al-Ma&#8217;un: 1-3).</p>
<p>Dalam ayat di atas sangat jelas bahwa orang yang mendustakan agama / hari Qiamat disejajarkan dengan orang yang mencampakkan anak yatim dan tidak menganjurkan orang lain untuk menyantuni fakir miskin. Betapa hinanya derajat orang yang seperti ini dan tak ada tempat yang lebih layak baginya selain kawah api Neraka yang membara.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khutbah.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khutbah.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khutbah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khutbah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khutbah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khutbah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khutbah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khutbah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khutbah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khutbah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khutbah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khutbah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khutbah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khutbah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khutbah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khutbah.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=9&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khutbah.wordpress.com/2007/09/15/mengemis-bukan-tradisi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e8d1a93a81a4449d5a2ae0f334d8c51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah zacky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersatu di bawah khilafah</title>
		<link>http://khutbah.wordpress.com/2007/07/29/bersatu-di-bawah-khilafah/</link>
		<comments>http://khutbah.wordpress.com/2007/07/29/bersatu-di-bawah-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 05:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abah Zacky as-Samarani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khutbah.wordpress.com/2007/07/29/bersatu-di-bawah-khilafah/</guid>
		<description><![CDATA[Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah… Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dzat yang telah menjadikan kita umat yang satu. Meskipun umat Islam berbeda-beda suku, berbeda bahasa, berbeda warna kulit; namun sesungguhnya mereka tetap sebagai umat yang satu. Satu aqidah dan satu syariah! Bukankah Tuhan kita satu…? Bukankah Kitab suci kita satu…? Bukankah Rasul kita satu…? dan Bukankah Kiblat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=8&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…<br />
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dzat yang telah menjadikan kita umat yang satu. Meskipun umat Islam berbeda-beda suku, berbeda bahasa, berbeda warna kulit; namun sesungguhnya mereka tetap sebagai umat yang satu. Satu aqidah dan satu syariah! Bukankah Tuhan kita satu…? Bukankah Kitab suci kita satu…? Bukankah Rasul kita satu…? dan Bukankah Kiblat kita pun satu…? <span id="more-8"></span></p>
<p>Jika demikian .…,<br />
Lalu mengapa umat Islam saat ini hidup tercerai-berai, satu dengan yang lain? Mereka hidup terkotak-kotak dan terpetak-petak, dalam berbagai negara, dengan batas-batas teritorialnya masing-masing. Mereka pun memiliki pemimpin masing-masing, loyalitas masing-masing, dan prinsip masing-masing. </p>
<p>Padahal, Jamaah Rahimakumullah…<br />
Tak ada satu pun alasan, yang bisa kita gunakan, untuk membenarkan kondisi perpecahan (dis-integrasi) ini. Lalu…, apa jawaban yang akan kita berikan, jika Allah meminta pertanggungjawaban atas semua keadaan ini, kelak pada hari pembalasan? </p>
<p>Tidak ada, saudara-saudara…!<br />
Tidak ada satu hujjah pun, yang bisa kita kemukakan di hadapan Allah kelak. Sebab Allah SWT dan Rasul-Nya, justru telah mewajibkan umat Islam untuk bersatu. Allah SWT. berfirman:</p>
<p>وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا<br />
Berpegang teguhlah kamu semua pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai. (TQS. Ali Imran [3]: 103)</p>
<p>إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ<br />
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. (TQS. al-Hujarat [49]: 10)</p>
<p>Sementara itu, Rasulullah Saw. bersabda:<br />
مَنْ اَتَاكُمْ وَاَمْرُكُمْ جَمِيْعٌ عَلَي رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيْدُ اَنْ يَّشُقَّ عَصَاكُمْ اَوْ يُفَرِّقُ جَمَاعَتَكُمْ فَقْتُلُوْهُ<br />
Siapa saja yang datang kepada kalian, sementara seluruh urusan kalian dipegang oleh seorang (khalifah), lalu dia hendak merusak kesatuan kalian dan memecah belah jama’ah kalian, maka bunuhlah dia. (HR. Muslim)</p>
<p>Ayat dan hadits di atas, dengan jelas, memerintahkan umat Islam untuk bersatu, dan sebaliknya melarang umat Islam untuk berpecah-belah.</p>
<p>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…<br />
Sudah banyak bukti, bahwa perpecahan telah menjadikan umat ini lemah, tanpa daya. Perpecahan telah menjadikan umat tidak mampu berbuat apa-apa, menghadapi makar negara-negara kafir Barat. Perhatikanlah…! Apa yang bisa diperbuat oleh umat Islam, ketika saudaranya di Iraq dibombardir oleh pasukan sekutu pimpinan Amerika? Dan apa pula, yang bisa diperbuat oleh umat Islam, ketika saudaranya di Palestina, diusir dari tempat tinggal mereka dan dibantai oleh tentara zionis Israel? </p>
<p>Tidak ada…<br />
Tidak ada bantuan berarti, yang bisa diberikan umat Islam kepada mereka. Sebab, mereka telah terbelenggu oleh negara mereka masing-masing. Keberadaan negara-negara tersebut berserta penguasanya, telah mencegah, menghalangi, dan merintangi umat Islam, untuk bisa meberikan pertolongan dan batuan yang berarti bagi saudaranya. </p>
<p>Padahal, jika kita hitung secara kuantitatif, kekuatan yang dimiliki umat Islam jauh lebih besar, dari kekuatan yang dimiliki oleh musuh-musuh Islam. Kita ambil salah satu contoh. Pada tahun 1999, Israel memiliki tentara sekitar 40 ribu personil. Sementara, Mesir saja, memiliki tentara sekitar 1 juta personil. Namun apa yang kita saksikan, saudara…? Tentara Mesir yang jumlahnya 25 kali lipat dari tentara Israel tersebut, ternyata tidak berbuat apa-apa atas kebiadaban Israel terhadap kaum Muslimin Palestina. Mengapa semua ini bisa terjadi? Lagi-lagi karena umat Islam terpecah-belah.</p>
<p>Lalu…, apa yang kita harapkan dengan perpecahan umat saat ini? Tak satu pun manfaat yang kita peroleh dengan perpecahan ini. Oleh karena itu, persatuan umat adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dan wujud persatuan hakiki, yang dituntut oleh Allah SWT, tak lain adalah persatuan umat, dalam ikatan aqidah Islamiyah, di bawah naungan Khilafah Islamiyah.</p>
<p>Ketahuilah, saudara-saudaraku, kaum Muslimin rahimakumullah!<br />
Dunia tidak akan pernah mengakui eksistensi kita (eksistensi kaum Muslimin), selama kita tidak menjadi satu kekuatan riil yang disegani oleh lawan. Dan kita tidak akan menjadi kekuatan seperti ini, selama kita tidak bersatu. Kita pun tidak akan pernah bisa bersatu, selama kita tidak berpegang pada tali agama Allah dan tidak mendirikan Khilafah Islamiyah, yang akan menerapkan Islam secara kaffah. </p>
<p>Khilafah adalah kepemimpinan umum (universal) bagi kaum Muslimin di seluruh dunia, untuk melaksanakan syariat Islam dan untuk mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Khilafah, pada hakekatnya adalah puncak dari aqidah dan syariat Islam. Bahkan dapat dikatakan, Islam tidak akan mempunyai eksistensi yang berarti bagi kehidupan, tanpa adanya Khilafah. Allah SWT. telah mewajibkan kaum Muslimin untuk menegakkan Khilafah dan mengangkat seorang Khalifah. Rasulullah Saw. bersabda:</p>
<p>مَنْ مَاتَ لَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّة<br />
Barang siapa mati, sementara di atas pundaknya tidak ada bai’at, maka matinya dalam keadaan jahiliyah</p>
<p>Makna hadits ini adalah, seorang muslim wajib berbai’at kepada Khalifah, ketika Khalifah ada. Namun, apabila Khalifah tidak ada, atau belum ada, seorang muslim wajib berjuang untuk mewujudkan ke-Khilafahan. Apabila kewajiban ini ditinggalkan, lalu dia mati, maka matinya mati jahiliyah, artinya mati dengan membawa dosa yang amat besar. Nadzubillahi mindzalik.</p>
<p>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…<br />
Jangan sekali-kali, saudara terpengaruh oleh pihak-pihak yang sengaja menanamkan keragu-raguan, bahwa tegaknya Khilafah adalah sesuatu yang utopis, sesuatu yang mustahil bisa terwujud. Semua itu, tak lain merupakan bisikan syaithan, yang ingin menanamkan keragu-raguan dalam hati kita. Yang ingin mematahkan semangat dan tekat kita dalam perjuangan.</p>
<p>Yakinlah saudara…!, bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil di dunia ini, jika Allah menghendaki. Betapa banyak kejadian-kejadian besar di dunia ini, yang tak pernah disangka akan terjadi? Dahulu…, Persia dan Romawi tak pernah menyangka, bahwa Islam yang muncul di negeri Arab, yang terbelakang itu, akan mampu menundukkan mereka. Bahkan tak disangka, Islam akan menjadi kekuatan Adidaya selama 13 abad lamanya. Orang juga tak menyangka, bahwa Uni Soviet akan hacur; tak menyangka bahwa Jerman Barat dan Timur akan bersatu; tak menyangka bahwa kekuasaan Orde Baru akan tumbang, dan lain sebagainya. </p>
<p>Karena itu, kita harus yakin!<br />
Dengan perjuangan, kesungguhan, keikhlasan, dan kesabaran, niscaya Khilafah akan tegak kembali, Insya Allah! Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:<br />
ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَ فَةً عَلَي مِنْهَاجٍ النُّبُوَّةِ<br />
Kemudian akan (muncul) kembali ke-Khilafahan, yang mengikuti metoda kenabian</p>
<p>Oleh karena itu…, Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!<br />
Bergegaslah saudara-saudara memperjuangkan tegaknya Khilafah; bersama para pengemban dakwah yang ikhlas, yang terus berupaya untuk mengembalikan tegaknya Khilafah. Sebab, menegakkan Khilafah merupakan tuntutan keimanan, yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang muslim. Jangan sampai saudara-saudara menemui ajal, dalam keadaan jahiliyah.</p>
<p>Ditinjau dari segi realitas, tegaknya Khilafah saat ini, merupakan tuntutan dan kebutuhan yang sangat rasional. Sebab, hanya dengan Khilafah lah, masa depan peradaban manusia saat ini bisa diselamatkan dari kehancurannya. Kehancuran akibat penerapan ideologi kapitalis, yang terbukti gagal mewujudkan keadilan, kesejahteraan, ketentraman, dan kedamaian dunia. Hanya Khilafah lah yang mampu mewujudkan semua itu, dengan penerapan Islam secara kaffah. Hanya Khilafah lah yang mampu mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh isi alam. Hanya Khilafah lah yang mampu menjaga dan melindungi umat dari ancaman musuh-musuhnya. Dan Hanya Khilafah lah yang mampu menghentikan kesombongan, arogansi, dan kebiadaban Amerika dan sekutu-sekutunya. Allahu Akbar…!</p>
<p>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…<br />
Saat ini, seruan penegakkan Khilafah telah menggema di seluruh pelosok dunia. Seruan tersebut tidak hanya bergema di negeri-negeri Muslim saja, seperti Syiria, Yordania, Palestina, Mesir, Sudan, Turki, Yaman, Pakistan, Uzbekistan, Indonesia, dan sebagainya; tapi juga bergema di jantung negeri-negeri Kafir, seperti Inggris, Jerman, Denmark, Austria, Amerika, Kanada, Australia, dan sebagainya.</p>
<p>Sungguh…, Khilafah akan kembali, Insya Allah dalam waktu dekat; sekalipun semua upaya dan harta dikerahkan oleh orang-orang kafir dan antek-anteknya untuk menghalangi tegaknya Khilafah. Kuatkanlah cita-cita, dan bersungguh-sungguhlah memperjuangkannya. Semoga Allah meneguhkan perjuangan kita. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang dipilih Allah, untuk mewujudkan janji-Nya dalam Al-Quran, surat an-Nuur: 25.</p>
<p>وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ</p>
<p>Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal shaleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah mejadikan orang-rang yang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridlai-Nya untuk mereka. Dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukankan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (TQS. An-Nuur [24]: 55)</p>
<p>Sumber : syajo.wordpress.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khutbah.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khutbah.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khutbah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khutbah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khutbah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khutbah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khutbah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khutbah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khutbah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khutbah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khutbah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khutbah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khutbah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khutbah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khutbah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khutbah.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=8&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khutbah.wordpress.com/2007/07/29/bersatu-di-bawah-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e8d1a93a81a4449d5a2ae0f334d8c51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah zacky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fitnah Syubhat dan Syahwat</title>
		<link>http://khutbah.wordpress.com/2007/06/11/fitnah-syubhat-dan-syahwat/</link>
		<comments>http://khutbah.wordpress.com/2007/06/11/fitnah-syubhat-dan-syahwat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jun 2007 14:44:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abah Zacky as-Samarani</dc:creator>
				<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khutbah.wordpress.com/2007/06/11/fitnah-syubhat-dan-syahwat/</guid>
		<description><![CDATA[Hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah Kalau kita cermati, sebagai seorang muslim yang menjalani kehidupan yang sementara di dunia ini, ada beberapa aral yang melintang dihadapan kita yang menjadi penghalang bagi kita untuk menapaki fitrah kita yang suci. Kalau kita tidak waspada, perintang-perintang ini akan menggerogoti dan mengikis habis iman kita atau paling tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=7&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah<br />
Kalau kita cermati, sebagai seorang muslim yang menjalani kehidupan yang sementara di dunia ini, ada beberapa aral yang melintang dihadapan kita yang menjadi penghalang bagi kita untuk menapaki fitrah kita yang suci. Kalau kita tidak waspada, perintang-perintang ini akan menggerogoti dan mengikis habis iman kita atau paling tidak akan membuat iman kita menjadi labil, keruh dan tidak murni lagi akibat noda-noda dan racun yang ditebarkannya. Perintang-perintang ini sangat beragam dan banyak sekali, namun menurut Imam Ibnu Abi ‘Izz Al-Hanafi kesemuanya itu bermuara pada dua hal yaitu: “Syubhat dan Syahwat”.<span id="more-7"></span> (Lihat Syarh Aqidah Thahawiyah, Ibnu Abi ‘Izz Al-Hanafi, hal: 339). </p>
<p>Hadirin hamba Allah.<br />
Perintang yang pertama adalah Fitnah Syubhat.<br />
Menurut Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah penyebab fitnah ini adalah lantaran lemahnya iman seseorang dan sedikitnya ilmu yang dimilikinya disamping niat yang rusak dan gelora mengikuti hawa nafsu yang membara dalam jiwanya. (Ighatsatul Lahfan 2/584). </p>
<p>Fitnah ini lebih berbahaya jika dibandingkan dengan fitnah syahwat, karena fitnah ini dikemas oleh penebar-penebarnya dengan nama Islam, berlabelkan syari’at dan menggunakan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mengukuhkan dan membuat orang tertarik, terpukau dan terpesona dengan lontaran-lontaran pemikiran yang mereka gulirkan hingga merekapun akhirnya tidak segan-segan untuk mengikuti alur pemikiran yang menyimpang tersebut. </p>
<p>Fitnah Syubhat ini meliputi berbagai bidang garap, di antaranya: Yang pertama; bidang aqidah.<br />
Aqidah merupakan sumber kekuatan keimanan seorang muslim. Dari kekuatan aqidah inilah akan muncul semangat dalam jiwa seseorang untuk mengaplikasikan bentuk-bentuk ibadah yang disyari’atkan Allah kepada manusia. Oleh karenanya kemurnian aqidah merupakan hal yang sangat menentukan bagi diterima atau tidaknya suatu amal. </p>
<p>Allah tidak akan menerima amal seseorang yang aqidahnya menyimpang karena terkena fitnah syubhat dan di antara contoh fitnah syubhat yang paling berbahaya di bidang aqidah adalah fitnah kemusyrikan. </p>
<p>Memang, nampaknya secara langsung kita tidak mendapatkan ada seorang muslim yang nyata-nyata menyembah berhala, sujud kepada patung, atau menyembah pohon dan batu besar yang dianggap keramat. Namun, ada beberapa fenomena yang secara sekilas tampaknya tidak menyimpang, akan tetapi pada hakekatnya hal itu hukumnya sama seperti menyembah patung, dalam arti termasuk perbuatan syirik, seperti mengakui adanya kekuatan lain selain Allah, mengganti hukum Allah dengan hukum buatan manusia, memasang sesaji, jimat dan mempercayai seseorang yang mengaku memiliki ilmu ghaib serta mengkultuskan para hamba-hamba Allah yang shalih. Semua ini mengakibatkan rusaknya tauhid dan aqidah kita lantaran syubhat-syubhat tersebut. </p>
<p>Hadirin sidang shalat Jum’at yang dimuliakan Allah<br />
Sisi lain yang termasuk dalam fitnah syubhat dibidang aqidah adalah menjamurnya aliran-aliran keagamaan yang menyimpang dari aqidah yang benar, seperti Mu’tazilah, Khawarij, Syi’ah, Qadariyah, Jabariyah, Jahmiyah dan aliran-aliran menyim-pang lainnya. Masing-masing aliran keagamaan ini memandang bahwa aliran dan kelompok merekalah yang paling benar, sementara kelompok selain mereka adalah kelompok sesat. Dan untuk membenarkan ajaran mereka, merekapun mengadopsi dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah kemudian mencocokkannya dengan pemikiran dan hawa nafsu mereka, yang sesuai dengan hawa nafsu mereka mereka ambil, sementara yang bertentangan dengan hawa nafsu mereka, mereka campakkan dan mereka singkirkan jauh-jauh. </p>
<p>Hadirin sidang shalat Jum’at yang dimuliakan Allah<br />
Fitnah syubhat yang kedua adalah fitnah syubhat dalam bidang ibadah </p>
<p>Fitnah itu tidak kalah bahayanya dibandingkan dengan fitnah yang pertama, karena fitnah ini akan menjerumuskan pelakunya ke jurang kesesatan. Pengertian fitnah syubhat dalam bidang ibadah adalah melakukan bentuk-bentuk ibadah tertentu yang sebenarnya tidak ada tuntunannya dari Rasulullah n lalu menyatakan bahwa hal itu adalah sunnah. Ringkasnya, fitnah syubhat dalam bidang ibadah ini adalah bid’ah. </p>
<p>Oleh karenanya, fitnah syubhat dalam bentuk ini lebih disukai oleh iblis dari pada perbuatan maksiat yang dilakukan oleh seseorang. Sebagaimana diungkapkan oleh Sufyan Ats-Tsaury :</p>
<p>اَلْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيْسَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ. اَلْمَعْصِيَةُ يُتَابُ مِنْهَا وَالْبِدْعَةُ لاَ يُتَابُ مِنْهَا. (شرح أصول الاعتقاد للالكائي 1/132).</p>
<p>“Perbuatan bid’ah itu lebih disukai iblis dari pada perbuatan maksiat, karena orang yang melakukan maksiat akan bertaubat dari kemaksiatannya sementara orang yang melakukan bid’ah tidak akan bertaubat dari kebid’ahannya.” (Syarh Ushulil I’tiqad, Al-Lalika’iy 1/132). </p>
<p>Memang, lantaran pelakunya merasa tidak bersalah, maka otomatis ia merasa tidak perlu untuk bertaubat darinya. Bahkan justru sebaliknya, ia akan tetap melaksanakan amalan tersebut terus menerus, berangkat dari keyakinannya akan kebenaran amalan tersebut. </p>
<p>Dan satu hal yang perlu kita ingat, bahwa semakin seseorang itu bersungguh-sungguh dalam melaksanakan amalan yang bid’ah tersebut, maka Allah akan semakin jauh darinya. Hal ini dituturkan oleh seorang ulama salaf yang bernama Ayub As-Sikhtiyani beliau berkata:</p>
<p>مَا ازْدَادَ صَاحِبُ بِدْعَةٍ اِجْتِهَادًا إِلاَّ ازْدَادَ مِنَ اللهِ بُعْدًا. (الأمر بالاتباع والنهي عن الابتداع، للأمام السيوطي: 66).</p>
<p>“Tidaklah seseorang yang melakukan bid’ah semakin bersungguh-sungguh dalam melaksanakan kebid’ahannya melain-kan ia akan semakin jauh dari Allah.” (Al-Amru bil Ittiba’ wan Nahyu ’anil Ibtida’, Imam As-Suyuthi: 66). </p>
<p>Walhasil, bid’ah adalah fitnah syubhat yang harus kita hindari agar ibadah kita kepada Allah benar-benar murni dan bersih dari noda-noda yang mengotorinya, karena semua jenis bid’ah dalam dien adalah sesat meskipun menurut pandangan kita adalah baik. Dalam hal ini Abdullah bin Umar berkata:</p>
<p>كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً. (المدخل إلى السنن الكبرى للبيهقي رقم 191).</p>
<p>“Setiap bid’ah itu adalah sesat, sekalipun orang-orang memandangnya hal itu tampaknya baik.” (Al-Madkhal ilas Sunan Al-Kubra, Imam Al-Baihaqi, no. 191). </p>
<p>Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dimuliakan Allah ..<br />
Adapun jenis fitnah yang kedua adalah: fitnah syahwat.<br />
Pengertiannya adalah segala perbuatan yang dapat mengikis, menggerogoti dan melemahkan iman seseorang yang berasal dari hawa nafsu. Nama lain dari fitnah itu adalah maksiat. </p>
<p>Fitnah ini juga amat berbahaya, lantaran dapat merusak iman seseorang. Karena menurut aqidah dan keyakinan yang telah menjadi kesepakatan ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah seperti yang dituturkan oleh Imam Al-Bukhari, Imam Ahmad dan lain-lainnya, bahwa iman itu bertambah dan berkurang, bertambah karena melaksanakan ketaatan dan berkurang lantaran melakukan kemaksiatan. </p>
<p>Oleh karenanya, para salaf mengajak kita untuk berhati-hati terhadap hal ini, sebagaimana nasehat mereka yang patut untuk kita renungkan.</p>
<p>اِحْذَرُوْا مِنَ النَّاسِ صِنْفَيْنِ: صَاحِبَ هَوًى قَدْ فَتَنَهُ هَوَاهُ وَصَاحِبَ دُنْيَا أَعْمَتْهُ دُنْيَاهُ. (إغاثة اللهفان، لابن القيم الجوزية، 2/586).</p>
<p>“Waspadalah kalian terhadap dua tipe manusia, pengikut hawa nafsu yang diperbudak oleh hawa nafsunya dan pemburu dunia yang telah dibutakan (hatinya) lantaran dunia (yang telah diraihnya).” (Ighatsatul Lahfan, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 2/586). </p>
<p>Orang yang terkena fitnah syahwat cenderung malas untuk beribadah, bahkan dalam kondisi imannya yang kritis ia tidak segan-segan untuk meninggalkan perintah Allah dan melanggar laranganNya. Terkadang ia sadar bahwa apa yang dilakukannya itu salah, namun karena bisikan dan dorongan hawa nafsunya lebih kuat, maka hal itu menjadikannya merasa ringan untuk mengabaikan perintah Allah, melalaikan kewajiban yang semestinya ia lakukan dan melanggar larangan yang sepatutnya ia jauhi. </p>
<p>Fitnah syahwat ini bermacam-macam bentuk dan jenisnya, di antaranya sebagaimana yang disebutkan Allah dalam firmanNya: </p>
<p>“Dijadikan indah bagi manusia kecintaan kepada syahwat (apa-apa yang diingini) berupa wanita, anak-anak, harta kekayaan yang berlimpah dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (Surga).” (Ali Imran: 14). </p>
<p>Janganlah kita terpedaya oleh hal-hal tersebut di atas, namun upayakanlah agar keberadaan mereka tidak melalaikan kita dari mengingat Allah bahkan sebagai pendorong untuk lebih meningkatkan prestasi ibadah yang kita lakukan. </p>
<p>Marilah kita raih predikat orang-orang yang telah Allah sebutkan dalam firmanNya: </p>
<p>“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari berdzikir kepada Allah, mengerjakan shalat dan dari membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (pada hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (An-Nur: 37). </p>
<p>Orang yang bijak adalah orang yang mampu mengekang dan menundukkan hawa nafsunya dan beramal shalih sebanyak-banyaknya untuk menghadapi hari pertemuan dengan Allah. Ia sadar bahwa hidup di dunia ini adalah sementara, sedangkan kehidupan yang kekal adalah kehidupan di akhirat kelak. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:</p>
<p>اَلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ اْلأَمَانِي. (رواه الترمذي).</p>
<p>“Orang yang bijak adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya, mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk menjadi bekal setelah matinya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang menuruti hawa nafsunya lalu berangan-angan agar Allah (mengampuni dosa-dosanya).” (HR.Ahmad At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, Shahih). </p>
<p>Kaum Muslimin rahimakumullah<br />
Demikianlah uraian tentang bahaya fitnah syubhat dan syahwat. Dan sebelum khutbah ini saya akhiri, ketahuilah bahwa Allah telah memberitahukan kepada kita jalan keluar agar kita bisa terbebas dari kedua fitnah ini.</p>
<p>بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.</p>
<p>sumber: alsofwah.or.id</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khutbah.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khutbah.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khutbah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khutbah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khutbah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khutbah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khutbah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khutbah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khutbah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khutbah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khutbah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khutbah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khutbah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khutbah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khutbah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khutbah.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=7&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khutbah.wordpress.com/2007/06/11/fitnah-syubhat-dan-syahwat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e8d1a93a81a4449d5a2ae0f334d8c51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah zacky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akibat dari maksiat yang diremehkan</title>
		<link>http://khutbah.wordpress.com/2007/06/02/akibat-dari-maksiat-yang-diremehkan/</link>
		<comments>http://khutbah.wordpress.com/2007/06/02/akibat-dari-maksiat-yang-diremehkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jun 2007 13:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abah Zacky as-Samarani</dc:creator>
				<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khutbah.wordpress.com/2007/06/02/akibat-dari-maksiat-yang-diremehkan/</guid>
		<description><![CDATA[Ibadallah! Pertemuan kita pada hari ini, dimana kaum muslimin menampakkan syiar mereka yang terbesar setelah Iedul Fitri dan Iedul Adha, mereka berkumpul di dalam masjid-masjid untuk beribadah dan berdzikir kepada Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala Semua itu telah mengingatkan kita, kepada abad-abad kejayaan Islam. Dimana kaum muslimin berada dalam bimbingan sebuah khilafah. Dimana kaum muslimin memegang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=6&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibadallah!<br />
Pertemuan kita pada hari ini, dimana kaum muslimin menampakkan syiar mereka yang terbesar setelah Iedul Fitri dan Iedul Adha, mereka berkumpul di dalam masjid-masjid untuk beribadah dan berdzikir kepada Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala<br />
<span id="more-6"></span><br />
Semua itu telah mengingatkan kita, kepada abad-abad kejayaan Islam. Dimana kaum muslimin berada dalam bimbingan sebuah khilafah. Dimana kaum muslimin memegang peranan. Dunia dari batas timur dan barat menaruh hormat kepada agama kita. Kaum muslimin menjadi orang-orang yang mulia, mempunyai izah dan harga diri, penuh karamah dan siyadah, dinaungi oleh garis-garis besar haluan Al-Qur’an dan Sunnah. Kehidupan para pemimpinnya tunduk dan hormat kepada keputusan ulama, ulamanya patut menjadi Panutan. Rakyat pun bahagia, santosa dan sejahtera, damai tentram lahir dan batin. Mendapatkan segala haknya sebagai rakyat, mulai dari hak pelayanan, hak mendapatkan pendidikan, rasa aman, keadilan, dan mengungkapkan pendapat dan nasehat kepada sang pemimpin. </p>
<p>Semua itu mengingatkan abad-abad di mana orang ahlu dzimmah (selain Islam yang hidup di negeri Islam) tunduk dan hormat kepada setiap muslim, tunduk dan taat kepada hukum dan tatanan muamalat Islam. Tak seorang pun dari mereka yang berani mengangkat bahu dan wajahnya. Mereka wajib membayar jizyah, dengan jaminan penuh berupa rasa aman, bebas menjalankan peribadatan mereka di tempat-tempat peribadatan mereka.<br />
Akan tetapi ya ma’asyiral muslimin, semua itu hanya tinggal kenangan, di sana sini Ummat Islam dibantai, disiksa, diusir dibikin lapar setengah mati, semuapun diam tanpa basa-basi, kalau dahulu kita dapat melarang ahlu dzimmah dari berlatih kuda, maka pada hari ini, abad ini, mereka telah menaiki kepala-kepala kita, yang dahulu mereka dapat hidup nyaman di negeri kita, sekarang merekalah yang mencabik-cabik tubuh kita di pelbagai belahan dunia, ditetangga kita, di dekat kita, bahkan mungkin di depan mata kita dan kitapun hanya bisa diam! </p>
<p>Berapa banyak orang yang berani berpura-pura masuk Islam, kemudian menikahi anak kita, akhwat kita, kemudian ternyata bulan madupun berubah menjadi bulan racun yang mematikan!! </p>
<p>Kurang puas dari itu semua &#8230; dipaksalah anak kita, akhwat kita untuk murtad dari agamanya, dipaksalah ia untuk menjadi seorang pelacur murahan, menjual murah harga diri dan kehormatannya!! </p>
<p>Segalanya terjadi tidak lain karena kita telah menjauhi ajaran Islam. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman: </p>
<p>“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu maka baginya kehidupan yang sempit.” </p>
<p>Semuanya terjadi karena kita selalu berbuat maksiat, jauh dari tunduk dan taat kepada Allah. Karena harus kita akui bahwa Allah tiada akan menimpakan musibah kecuali karena adanya maksiat. Dan tak akan mencabutnya kembali kecuali dengan adanya taubat dan istighfar. </p>
<p>Kalau bukan karena maksiat kenapa Iblis dilaknat oleh Allah?! Dijauhkan dari rahmatNya, diusir dari Surga dan alam malakutNya, dijadikan lemah dan hina. </p>
<p>Allah berfirman: </p>
<p>“Keluarlah dari Surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat” (Al-Hijr: 34-35) </p>
<p>Kalau bukan karena maksiat apa sebabnya Allah menumpahkan air dari langit, memuntahkannya ke bumi. Hingga mereka umat Nabi Nuh yang kafir dan durhaka itu tenggelam dan binasa. Mati terkubur di dalam lumpur. </p>
<p>Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian kedalamnya dengan menyebut nama Allah diwaktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Penghampun lagi Maha Penyanyang.” </p>
<p>Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada ditempat yang jauh terpencil. “ Hai anakku naiklah ke kapal bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang kafir. </p>
<p>Anaknya menjawab” Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah! </p>
<p>Nuh berkata “ Tidak ada yang melindungi hari ini dari adzab Allah selain Allah saja yang Maha Penyanyang </p>
<p>Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya: maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (Hud: 41-43). </p>
<p>Kalau bukan karena maksiat lantas apa yang menyebabkan Allah menghancurkan kaum Nabi Hud Alaihissalam ditumpas habis tiada tersisa. </p>
<p>“Maka mereka mendustakan (Hud) lalu kami binasakan mereka karena sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.” (Asy-Syu’ara’: 139). </p>
<p>Kalau bukan karena maksiat, kenapa kaum Tsamud harus menelan mentah-mentah adzab yang sangat pedih?! </p>
<p>“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata, ‘Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus Allah’, karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.” (Al-A’raf: 77-78). </p>
<p>Kaumnya Nabi Luth pun hancur berkeping-keping karena maksiat pula tujuh kota hancur berantakan, mereka diangkat setinggi-tingginya ke atas langit dengan cepat lantas dibenturkan ke bumi sedang yang tadinya berada di atas berubah menjadi di bawah lantas dihujani bebatuan dari sijjil. </p>
<p>“Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikan) dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar bertubi-tubi yang diberi tanda oleh Tuhanmu dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zhalim.” (Hud: 82-83) </p>
<p>Negeri Fir’aun dilanda taufan kencang, hama belalang, tersebarnya kutu, merejalelanya kodok dan menyebarkan darah karena maksiat juga. </p>
<p>“Maka kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” </p>
<p>Kemudian karena mereka tidak merubah sikapnya dalam berbuat maksiat kepada Allah, maka lanjutnya: </p>
<p>Kemudian Kami menghukum mereka maka kami tenggelam-kan mereka dilaut disebabkan mendustakan ayat-ayat kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikannya. (Al-A’raf: 133 dan 136).<br />
Bangsa Yahudi bertubi-tubi mendapatkan laknat dan adzab </p>
<p>Kadang mereka merasa puas setelah menyakiti NabiNya, bahkan mereka telah membunuh beberapa nabi, maka pantas sekali kalau Allah merubah mereka menjadi binatang yang paling keji didunia, mereka dirubah menjadi babi dan kera, karena tabiat mereka memang seperti babi dan kera, menjadikan tak tahu balas budi dan rakus, maka Allah mendatangkan kepada mereka bala tentara yang tidak mengasihi mereka, menghancurkan segala yang ada, mereka akan selalu terusir dan selamanya mereka tidak akan merasa tentram. Bahkan sampai akhir zamanpun selama mereka tidak merubah sikap dan bertaubat, maka murka Allah itu akan selalu berulang atas mereka. </p>
<p>Oleh karena itu ma’asyiral muslimin, segala musibah yang menimpa selama ini tidak lain karena ulah tangan manusia sendiri. Allah berfirman: </p>
<p>“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Rum: 41). </p>
<p>Karena ketidak adilan, karena korupsi, suap menyuap, narkoba yang selalu erat dengan perzinaan, pelacuran dan pencurian, karena riba, salah memilih pendidikan, karena ambisi, hasad, iri dan dengki, buruk sangka serta segala bentuk kemak-siatan yang lainnya. Oleh karena itu ketetapan Allah (sunnatulah) pasti berlaku sepanjang zaman. </p>
<p>Sunnatullah yang pertama:<br />
“Barangsiapa berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan kaffah, ridha, ikhlash dan tulus dalam meniti jalannya para salafus shalih, membekali dirinya dengan ilmu yang benar, niat yang kuat dan amal yang tepat, maka dialah yang akan menuai segala kebaikan, kemuliaan, kejayaan dan kemenangan.” </p>
<p>Sedang Sunnatullah yang kedua adalah:<br />
“Barangsiapa yang meninggalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, mengikuti trend orang-orang kafir, meninggalkan ilmu dan amal, pastilah menuai kehancuran, kekacauan, kenistaan dan kebinasaan, dimanapun dia berada. Oleh karena itu tiada jalan yang pas kecuali ajakan, seruan untuk kembali ke jalan Allah dan tiada jalan yang pas kecuali ajakan, seruan untuk kembali kejalan Allah dan Rasulnya, ajaran Allah dan Rasulnya, Bimbingan Allah dan Rasulnya. Agar kita bahagia, sentosa dan menjadi ummat yang berjaya!!!</p>
<p>بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.</p>
<p>Oleh: Edi Kasdi<br />
Sumber www.alsofwah.or.id </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khutbah.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khutbah.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khutbah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khutbah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khutbah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khutbah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khutbah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khutbah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khutbah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khutbah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khutbah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khutbah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khutbah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khutbah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khutbah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khutbah.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=6&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khutbah.wordpress.com/2007/06/02/akibat-dari-maksiat-yang-diremehkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e8d1a93a81a4449d5a2ae0f334d8c51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah zacky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jauhilah Gaya Hidup Orang Kafir</title>
		<link>http://khutbah.wordpress.com/2007/05/03/jauhilah-gaya-hidup-orang-kafir/</link>
		<comments>http://khutbah.wordpress.com/2007/05/03/jauhilah-gaya-hidup-orang-kafir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 May 2007 10:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abah Zacky as-Samarani</dc:creator>
				<category><![CDATA[wala' wal bara']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khutbah.wordpress.com/2007/05/03/jauhilah-gaya-hidup-orang-kafir/</guid>
		<description><![CDATA[Kaum muslimin rahimakumullahu … Pada kesempatan yang penuh barakah ini, kami wasiatkan kepada diri kami sendiri juga kepada segenap jama’ah kaum muslimin, agar senantiasa bertaqwa kepada Alloh. Marilah kita mengindahkan perintah Alloh dan Rasul-Nya dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauh dari segala larangan-Nya, karena semua itu merupakan urgensi dari ketaqwaan. Dengan ketaqwaan, Alloh akan memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=5&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kaum muslimin rahimakumullahu … </p>
<p>Pada kesempatan yang penuh barakah ini, kami wasiatkan kepada diri kami sendiri juga kepada segenap jama’ah kaum muslimin, agar senantiasa bertaqwa kepada Alloh. Marilah kita mengindahkan perintah Alloh dan Rasul-Nya dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauh dari segala larangan-Nya, karena semua itu merupakan urgensi dari ketaqwaan. Dengan ketaqwaan, Alloh akan memberikan keselamatan di dunia dan di akhirat; di dunia memperoleh kebahagiaan walaupun hidup sederhana, di akhirat memperoleh warisan surga.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Sebagaimana Alloh berfirman: </p>
<p>Itulah surga yang akan Kami wariskan pada hamba-hamba Kami yang bertaqwa (QS. Maryam [19]: 3) </p>
<p>Ma’asyiral muslimin rahimaniy warahimakumullahu </p>
<p>Alloh telah memberikan berbagai macam nikmat kepada seluruh makhluk di alam ini terutama kepada hamba-Nya yang beriman, maka hendaknya kita bersyukur pada Alloh atas semua nikmat tersebut. </p>
<p>Alloh berfirman: Jikalau kalian mencoba menghitung nikmat-Ku niscaya kalian tidak mampu menghitungnya. (QS. An-Nahl [16]: 18). </p>
<p>Seandainya lautan di alam dunia ini menjadi tinta, pohon-pohon di permukaan bumi ini dijadikan pena-Nya untuk mencatat nikmat-nikmat Alloh Ta’ala, maka takkan cukup untuk mencatatnya. </p>
<p>Dan merupakan nikmat yang paling besar yang diberikan kepada hamba-Nya yang beriman adalah nikmat Iman dan Islam. Dengan keimanan, seorang dapat mencapai ridha Alloh Ta’ala. </p>
<p>Di dalam diri seseorang, keimanan itu dapat berubah-ubah terkadang meningkat, terkadang merosot. Dengan melakukan amalan shalih dan menjalankan perintah Alloh, keimanan kita bisa meningkat. Dan dengan pelanggaran syari’at dan berbuat maksiat, keimanan seseorang bisa merosot. </p>
<p>Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Hakim dalam Mustadrak dengan sanad yang hasan, lihat as-Shahihah 1585: </p>
<p>إِنّ اْلإِيْمَانَ لَيَخْلُقُ كَمَا يَخْلُقُ ثَوْبُ أَحَدِكُمْ فَاسْأَلُوْا اللهَ أَنْ يُجَدّدَ اْلإِيْمَانَ فِي قُلُوْبِكُمْ </p>
<p>Sesungguhnya keimanan dapat menjadi lekang bagaikan baju yang berubah usang. Karena itu mintalah kepada Alloh agar Dia memperbaharui iman dalam hati kalian. </p>
<p>Selain nikmat iman, yang Alloh berikan kepada hamba-Nya yang beriman adalah Alloh Ta’ala memberikan nikmat Islam. Dan agama Islam merupakan agama diridhai. </p>
<p>Alloh Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya. Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Alloh hanyalah Islam. (QS. Ali Imran [3]: 19). </p>
<p>Dan sungguh termasuk orang-orang yang merugi siapa pun yang mencari agama selain Islam. Sebagaimana Alloh Ta’ala berfirman: </p>
<p>Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Ali Imran [3]: 85). </p>
<p>Kaum muslimin rahimaniy warahimakumullahu …. </p>
<p>Perlu kita sadari bahwa karena kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan telah merusak moral kaum muslimin. Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang mestinya menjadi pegangan telah ditinggalkan oleh sebagian besar saudara kita, sebagai gantinya mereka rame-rame menghadapkan wajah dan pikirannya kepada orang-orang barat yang pada umumnya mereka adalah orang-orang kafir. </p>
<p>Islam mendapat tantangan dari berbagai pihak, Yahudi dan Nasrani yang dari awal diutusnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam sudah menyatakan permusuhan kepada Islam, semakin gencar merusak sendi-sendi Islam, sehingga tidak sedikit umat Islam yang tidak tahu akan aqidahnya sendiri. Sebagaimana yang digambarkan dalam al-qur’an. </p>
<p>Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS. Al-Baqarah [2]: 120) </p>
<p>Mereka mamasukkan gaya hidup mereka yang rusak dan keropos ke dalam tatanan hidup kaum muslimin yang indah nan damai ini. Dengan propaganda yang bertubi-tubi mereka tanamkan dogma bahwa ajaran Islam ini sudah kuno tak layak untuk direalisasikan di zaman modern ini. </p>
<p>Dan realita yang ada, tak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan kaum muslimin telah mencontoh kehidupan orang-orang kafir. </p>
<p>Atas dasar itulah, saya sebagai khatib berpesan kepada kaum muslimin seluruhnya agar berhati-hati terhadap pemikiran orang kafir dan jauhilah gaya hidup mereka dengan mengikuti gaya hidupnya berarti telah bersikap loyal terhadap mereka. Sedangkan berloyalitas kepada orang kafir hukumnya haram. Sebagaimana firman Alloh melarang dalam al-Qur’an. </p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpinmu, sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka, sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. (QS. Al-Maidah [5]: 51). </p>
<p>Dan termasuk pokok-pokok aqidah Islam adalah wajib bagi setiap muslim untuk berloyalitas kepada sesamanya dan memusuhi orang-orang kafir. Maka hendaknya ia mencintai ahli tauhid dengan penuh keikhlasan dan memberikan wala’ (kasih sayang) kepada mereka. Hendaknya membenci ahli syirik dan menegakkan pilar permusuhan terhadap mereka. Dan inilah ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihi salam dan ummatnya. Kita diperintah untuk mencontoh mereka. Sebagaimana Alloh berfirman dalam Al-Qur’an. </p>
<p>Sesungguhnya telah ada suri tauladan bagimu pada Ibrahim dan orang yang bersama degan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Alloh. Kami ingkari (kekafiranmu) dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja. “Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Alloh.” Ibrahim berkata: “Ya Rabb kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan kepada Engkaulah kami kembali.” (QS. Al-Mumtahanah [60]: 4). </p>
<p>Bahkan Alloh Ta’ala melarang orang-orang mu’min berloyalitas terhadap orang kafir walaupun mereka itu orang yang paling dekat. Sebagaimana Alloh telah berfirman: </p>
<p>Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menjadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka-mereka itulah orang-orang yang zhalim. (QS. At-Taubah [9]: 23). </p>
<p>Alloh dengan tegas melarang kita bersikap loyal terhadap orang kafir. Diantara bentuk loyalitas adalah meniru gaya hidup mereka seperti mencukur jenggot, memanjangkan kumis, ikut serta dalam perayaan mereka semisal perayaan natal, valentine, dan hari raya lain yang bukan hari raya Iedul fithri dan Idul Adha, semua itu merupakan tasyabbuh terhadap mereka. </p>
<p>Padahal Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; </p>
<p>مَنْ تَشَبّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ </p>
<p>Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari kaum tersebut. (HR. Tirmdizi dan Abu Dawud, dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwaul Ghalil: Hasan Shahih 1269) </p>
<p>Berkata Syaikh al-Fauzan: “Maka Alloh Ta’ala telah melarang berloyalitas terhadap Yahudi dan Nasrani dan hal tersebut mencakup cinta kepada mereka dalam hati, menolong mereka, membela mereka, berbuat baik dan senang kepada mereka, semua itu termasuk wala’ atau loyalitas terhadap mereka.” </p>
<p>Maka, kita melihat hadits Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dan perkataan para ulama menunjukkan haramnya berloyalitas kepada orang yang-orang yang kafir dalam bentuk apapun lantara mereka telah mengingkari kebenaran dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana Alloh berfirman dalam surat al-Mumtahanah ayat pertama yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Nabi Muhammad) karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir rasul da mengusir kamu karena kamu beriman kepada Alloh, Rabbmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari ridha-Ku (jangan kamu berbuat demikian), kamu beritakan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. </p>
<p>Dengan demikian, berloyalitas terhadap orang kafir –mencakup gaya hidup mereka dan menyerupai ciri khas mereka- hukumnya haram. Maka sepatutnya bagi kaum muslimin untuk merealisasikan pokok-pokok Islam, di antaranya ialah memberikan wala’ (loyalitas) kepada sesama muslim dan bara’ (membenci dan memusuhi) orang-orang kafir.</p>
<p>أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمُ </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khutbah.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khutbah.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khutbah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khutbah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khutbah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khutbah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khutbah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khutbah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khutbah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khutbah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khutbah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khutbah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khutbah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khutbah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khutbah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khutbah.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=5&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khutbah.wordpress.com/2007/05/03/jauhilah-gaya-hidup-orang-kafir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e8d1a93a81a4449d5a2ae0f334d8c51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah zacky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://khutbah.wordpress.com/2007/05/02/hello-world/</link>
		<comments>http://khutbah.wordpress.com/2007/05/02/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2007 04:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abah Zacky as-Samarani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=1&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khutbah.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khutbah.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khutbah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khutbah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khutbah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khutbah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khutbah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khutbah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khutbah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khutbah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khutbah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khutbah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khutbah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khutbah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khutbah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khutbah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khutbah.wordpress.com&amp;blog=1050264&amp;post=1&amp;subd=khutbah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khutbah.wordpress.com/2007/05/02/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e8d1a93a81a4449d5a2ae0f334d8c51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah zacky</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
